Pemkot Jakpus Transformasi Lahan Kosong Menjadi Oasis Ketahanan Pangan

Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) terus berinovasi dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan kota dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong di berbagai wilayahnya. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan produksi sayuran dan buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga setempat.

Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Pusat, Penty Yunesi Pudyastuti, menjelaskan bahwa inisiatif ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan akan pangan yang aman dan berkelanjutan di tengah perkembangan kota yang pesat.

Read More

“Saat ini kita fokus pada pengembangan lahan pekarangan, gang hijau, dan bahkan atap bangunan untuk berkebun. Kami juga mengimplementasikan teknik bertanam seperti hidroponik untuk memastikan produktivitas yang optimal,” ujar Penty dalam keterangannya.

Salah satu contoh keberhasilan dari program ini terlihat pada penataan lahan kosong di belakang Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Harapan Mulya. Dengan luas sekitar 300 meter persegi, area tersebut kini menjadi taman produktif yang menghasilkan beragam jenis sayuran dan buah.

Menurut Lurah Harapan Mulya, M Faozi, taman ini bukan hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak PAUD setempat tentang pentingnya pertanian perkotaan. “Kami ingin mengajak generasi muda untuk lebih mengenal tanaman produktif dan menjaga keberlanjutan lingkungan,” tambah Faozi.

Tidak hanya itu, area tersebut juga dilengkapi dengan kolam ikan nila yang berfungsi sebagai sumber protein hewani bagi warga sekitar. Ini sejalan dengan visi untuk mengurangi angka stunting di Kelurahan Harapan Mulya melalui konsumsi pangan yang lebih beragam dan berkualitas.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Harapan Mulya, Musa, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif lebih besar yang dikenal sebagai Harmul Eco-village. Melalui integrasi pengelolaan sampah dan produksi pangan lokal, program ini tidak hanya berupaya menciptakan kawasan hijau yang produktif, tetapi juga berkelanjutan dari segi lingkungan.

“Pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan penggunaan larva maggot untuk menghasilkan pupuk dan pakan ikan adalah salah satu aspek yang kami terapkan di RPTRA Harapan Mulya. Kami harapkan model ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengelola sumber daya secara efisien,” jelas Musa.

Taman produktif di RPTRA Harapan Mulya tidak hanya menjadi solusi untuk ketahanan pangan lokal, tetapi juga menciptakan komunitas yang lebih sadar lingkungan dan mandiri secara pangan. Pemkot Jakpus berencana untuk memperluas program serupa ke wilayah lain dengan harapan dapat meningkatkan kemandirian pangan kota Jakarta secara keseluruhan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *