Kualitas Udara Jakarta Semakin Buruk, Warga Diimbau Pakai Masker Saat Keluar

Kota Jakarta kembali dilanda masalah kualitas udara yang buruk pada hari ini. Menurut laporan terbaru dari laman IQAir yang diperbaharui pada pukul 05.00 WIB, kualitas udara di ibu kota mencapai poin 158, dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 mencapai 65 mikrogram per meter kubik. Angka ini jauh melebihi panduan kualitas udara tahunan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang hanya merekomendasikan 5 mikrogram per meter kubik.

PM 2,5 merupakan partikel-partikel kecil yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung atau paru-paru kronis. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini telah dikaitkan dengan risiko kematian dini.

Read More

Akibat kondisi ini, warga Jakarta sangat disarankan untuk mengenakan masker saat berada di luar ruangan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan sebisa mungkin. Rekomendasi kesehatan lainnya termasuk menutup jendela agar udara luar yang tercemar tidak masuk ke dalam rumah, serta menggunakan penyaring udara di dalam ruangan.

Peringkat kualitas udara Jakarta saat ini menempati posisi kedua terburuk setelah Tangerang Selatan, Banten, yang mencatat angka 180. Kondisi serupa juga terjadi pada Jumat (21/6) dengan poin 156 dan Sabtu (22/6) dengan poin 162.

Menyikapi hal ini, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Instruksi ini bertujuan untuk menerapkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) guna mengatasi masalah pencemaran udara di Jakarta.

TMC sebelumnya telah diterapkan pada tahun 2023 dan akhir tahun 2022 untuk menanggulangi dampak buruk dari musim kemarau dan cuaca ekstrem di ibu kota.

Dengan situasi ini, warga Jakarta diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran yang telah disarankan demi kesehatan mereka sendiri dan lingkungan sekitar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *