DLH DKI Jakarta Awasi 68 Cerobong Industri Demi Tekan Polusi Udara

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta terus intensif mengawasi 68 cerobong industri di berbagai lokasi sebagai bagian dari upaya menangani polusi udara yang semakin mengkhawatirkan di ibu kota.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa pengawasan ini dilakukan secara ketat untuk memastikan bahwa emisi yang keluar dari cerobong tidak melebihi baku mutu yang telah ditetapkan. “Bagi industri yang terbukti melanggar baku mutu akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya pada Selasa (tanggal).

Asep menegaskan bahwa pengukuran baku mutu tidak hanya dilakukan pada siang hari, tetapi juga pada malam hari. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan industri yang beroperasi pada malam hari tidak menyebabkan pencemaran udara yang berlebihan. “Beberapa sektor industri memang beroperasi maksimal di malam hari, oleh karena itu pengawasan ini perlu dilakukan secara menyeluruh,” katanya.

Lebih lanjut, Asep menyebutkan bahwa sebelumnya DLH telah melakukan pengawasan terhadap alat pemantau emisi secara kontinyu atau Continuous Emission Monitoring System (CEMS) di industri peleburan besi baja di Jakarta Timur. Industri ini dianggap memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi terhadap polusi udara di Jakarta.

Tim Bidang Pengawasan Pengelolaan Hutan (PPH) DLH DKI Jakarta secara rutin diterjunkan untuk melakukan pengukuran emisi di cerobong industri dan memastikan bahwa perusahaan mematuhi aturan yang telah ditetapkan untuk melindungi lingkungan hidup.

Asep juga mengimbau kepada pelaku industri untuk meningkatkan tata kelola lingkungan agar kegiatan operasional mereka tidak mengakibatkan pencemaran lingkungan. “Kami berharap industri segera melakukan langkah-langkah perbaikan dalam pengelolaan lingkungan agar dapat beroperasi secara bertanggung jawab,” tambahnya.

Pengawasan yang ketat ini merupakan bagian dari komitmen DLH DKI Jakarta dalam menjaga kualitas udara bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup yang lebih baik di ibu kota.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *