Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, dr. Prima Almazini Sp JP, Subsp Eko (K) FIHA, menekankan pentingnya pengendalian tekanan darah bagi kesehatan jantung. Dalam seminar daring yang diadakan di Jakarta pada Selasa kemarin, dr. Prima Almazini mengungkapkan bahwa minum obat penurun hipertensi adalah langkah yang dianjurkan untuk menjaga tekanan darah tetap stabil dan normal.
“Hipertensi adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung koroner. Untuk itu, sangat penting bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit ini untuk menjaga tekanan darah mereka di bawah 140 per 90 mmHg,” ujar dr. Prima Almazini.
Beliau juga menegaskan bahwa ada dua cara utama untuk menurunkan tekanan darah, yakni dengan mengubah gaya hidup seperti mengurangi konsumsi garam, gula, serta meningkatkan aktivitas fisik. Apabila tidak cukup terkendali, penggunaan obat-obatan menjadi solusi yang dianjurkan untuk menjaga tekanan darah dalam batas normal.
Menurut dr. Prima Almazini, menjaga tekanan darah tetap normal dapat mengurangi risiko serangan jantung secara signifikan. Sebaliknya, jika tekanan darah tinggi tidak diobati, bisa mengakibatkan pembentukan plak di pembuluh darah yang berpotensi menyebabkan penyakit jantung koroner.
“Dalam skala global, setiap tiga detik ada seseorang yang meninggal karena penyakit jantung koroner atau stroke. Di Indonesia sendiri, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian bagi satu dari sepuluh orang,” tambahnya.
Dalam upaya pencegahan, dr. Prima Almazini mendorong masyarakat untuk secara rutin memeriksa tekanan darah mereka, terutama bagi mereka yang berusia di atas 35 tahun dan memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi. Beliau juga memberikan saran praktis terkait pola makan sehat, termasuk membatasi konsumsi gula dan garam, serta meningkatkan asupan buah-buahan, sayuran, dan ikan.
“Kita perlu mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi dampak penyakit jantung, baik dari segi kesehatan maupun biaya perawatan yang tinggi,” tegas dr. Prima Almazini.
Dengan demikian, pengelolaan tekanan darah yang efektif menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jantung yang optimal dan mengurangi beban penyakit jantung koroner di masyarakat.






