Dokter hewan Radhiyan Fadiar Sahistya, lulusan Universitas Gadjah Mada, memberikan tips berharga bagi para pemilik hewan peliharaan dalam memilih makanan kering yang berkualitas untuk anabul (anak bulu).
Dalam sebuah diskusi di Central Park Jakarta, Dr. Radhiyan mengungkapkan bahwa pemilihan makanan hewan tidak bisa dilakukan sembarangan. “Ada dua hal utama yang harus diperhatikan dalam memilih produk yang baik: kualitas produk dan kebutuhan spesifik dari si kucing,” ungkapnya.
Salah satu poin penting yang disorot oleh Dr. Radhiyan adalah bahan baku yang digunakan dalam pembuatan makanan kemasan kering. “Produk dengan harga lebih murah cenderung mengandung lebih banyak tepung-tepungan daripada protein, yang sebenarnya lebih dibutuhkan oleh kucing karena sifat karnivora sejatinya,” jelasnya.
Sementara itu, produk dengan harga lebih tinggi sering kali menggunakan bahan baku premium yang lebih kaya akan nutrisi, memenuhi kebutuhan protein yang penting bagi kucing. “Kucing tidak memerlukan karbohidrat dalam jumlah besar seperti anjing. Terlalu banyak karbohidrat dapat membuat tubuh kucing menjadi tidak sehat,” tambahnya.
Dr. Radhiyan juga mengingatkan bahwa tidak semua produk dengan harga tinggi otomatis menjadi pilihan terbaik. “Beberapa produk mungkin memiliki kualitas nutrisi yang tinggi, tetapi daya serapnya oleh tubuh anabul bisa rendah. Ini dapat dilihat dari kondisi fisik anabul setelah beberapa bulan mengonsumsi makanan tersebut,” paparnya.
Untuk memastikan bahwa makanan yang dipilih sesuai dengan kebutuhan hewan peliharaan, Dr. Radhiyan merekomendasikan untuk memeriksanya melalui laboratorium atau melihat langsung respons tubuh anabul terhadap makanan tersebut. “Makanan berkualitas akan membuat tubuh anabul terlihat padat berisi dan sehat, tanpa tanda-tanda kegemukan yang berlebihan,” tutupnya.
Dengan kiat-kiat dari Dr. Radhiyan ini, diharapkan pemilik hewan peliharaan dapat memberikan yang terbaik bagi keselamatan dan kesehatan anabul mereka.





