Orang Tua Perlu Dukungan Psikologis dalam Mendampingi Anak dengan Kanker

Diagnosis kanker pada anak seringkali memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi orang tua. Dokter spesialis kesehatan jiwa konsultan psikiatri anak dan remaja dari RSUI, dr. Fransiska M. Kaligis Sp.KJ (K), menekankan pentingnya dukungan psikologis bagi orang tua dalam proses pendampingan anak yang sedang menjalani pengobatan kanker.

“Peran orang tua sangat krusial dalam memberikan dukungan emosional kepada anak. Oleh karena itu, mereka juga memerlukan dukungan medis dan psikologis,” jelas Fransiska dalam acara Peran Dukungan Suportif Pada Kanker Anak di Jakarta, Sabtu lalu.

Kehadiran orang tua menjadi sumber kekuatan bagi anak, membantu mengurangi stres dan mendorong pikiran positif selama proses pengobatan. Orang tua diharapkan bisa memberikan ketenangan serta informasi yang diperlukan, sehingga anak dapat menjalani perawatan dengan lebih tenang.

Namun, tidak jarang orang tua merasa tertekan setelah mendengar diagnosis tersebut. Mereka sering mengalami tahap shock dan penolakan, serta perasaan marah dan putus asa. Proses untuk menerima kenyataan ini tidak mudah dan memerlukan waktu yang cukup panjang.

Dampak psikologis ini seringkali menyebabkan perubahan dalam dinamika keluarga, di mana orang tua bisa mengalami stres, depresi, dan rasa bersalah karena merasa belum memberikan yang terbaik bagi anak. Fenomena ini sering disebut sebagai orang tua sebagai ‘pasien terselubung’.

“Banyak orang tua yang mengalami stres dan kecemasan, bahkan depresi. Tanggung jawab dalam perawatan anak bisa membuat mereka lelah secara fisik dan emosional,” tambah Fransiska.

Untuk mengatasi stres dan depresi, dr. Fransiska menyarankan agar orang tua memenuhi beberapa kebutuhan psikososial. Salah satunya adalah kebutuhan informasi, seperti mengikuti komunitas untuk mendapatkan dukungan dan informasi terkait penyakit anak. Kebutuhan emosional juga penting untuk diperhatikan, dengan saling berbagi dan mendukung antar sesama orang tua.

Selain itu, aspek finansial perlu diantisipasi, misalnya dengan memilih asuransi yang dapat meringankan beban biaya pengobatan. Orang tua juga perlu mengatur kebutuhan fisik dengan berbagi tugas rumah tangga agar tidak terlalu kelelahan saat menjaga anak yang sakit.

Fransiska menekankan pentingnya kebutuhan spiritual untuk membantu orang tua merasa lebih tenang dan bisa menerima keadaan. Dukungan ini bisa datang dari dokter, sesama pasien, atau sesama orang tua.

“Dukungan psikososial berupa perhatian, motivasi, dan informasi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan saling mendukung, kita bisa menciptakan lingkungan yang positif,” tutupnya.

Untuk menghindari stres, orang tua disarankan untuk tidak terlalu memperhatikan komentar negatif dari luar dan fokus pada dukungan positif dari orang terdekat. Berkonsultasi dengan dokter terkait mitos yang beredar juga sangat dianjurkan agar mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai dengan prosedur pengobatan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *