Perubahan Kelembapan Saat Pancaroba Tingkatkan Risiko Penyakit, Menurut Ahli

Perubahan kelembapan udara selama masa pancaroba dikatakan dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap berbagai penyakit, seperti demam berdarah dengue, influenza, dan diare. Hal ini disampaikan oleh dr. Soroy Lardo Sp.PD KPTI FINASIM, seorang spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto Jakarta.

Dalam wawancara eksklusif di Kantor Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Soroy menjelaskan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu pada masa pancaroba dapat mengganggu sistem imunitas tubuh manusia. “Perubahan kelembapan udara menyebabkan respons sistem imun tubuh menurun, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap penyakit-penyakit yang sering muncul pada musim tersebut,” ujarnya.

Read More

Menurut dr. Soroy, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah demam berdarah dengue, yang biasanya menyebar melalui nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di genangan air. “Kondisi ini memperburuk situasi kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang memadai,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Soroy menyoroti pentingnya peran edukator kesehatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat akan risiko penularan penyakit selama pancaroba. “Masyarakat perlu didorong untuk aktif dalam pencegahan, seperti pemberantasan sarang nyamuk dan menerapkan pola hidup bersih serta gizi seimbang,” paparnya.

Dia juga menekankan perlunya pendekatan kesehatan yang holistik untuk menangani masalah ini. “Promosi kesehatan tidak hanya tentang pengobatan, tetapi juga tentang bagaimana mencegah agar masalah kesehatan tidak muncul,” tegas dr. Soroy.

Upaya-upaya ini, menurutnya, akan membantu mengurangi beban kesehatan masyarakat serta biaya yang terkait dengan penanganan penyakit-penyakit tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *