Pakar gizi klinik, Dr. Raissa E. Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, menganjurkan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi makanan dan minuman yang kaya antioksidan guna melawan dampak negatif radikal bebas. Radikal bebas, yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan tubuh serta berkontribusi terhadap penyakit kronis, sering kali dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Dr. Raissa, stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas dapat dicegah dengan memperkuat pertahanan tubuh melalui pola makan sehat yang mengandung antioksidan alami. Dia menyarankan agar masyarakat mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, dan makanan lain yang kaya vitamin C serta susu, yang semuanya mengandung antioksidan.
“Antioksidan adalah senyawa yang dapat melawan radikal bebas dalam tubuh, yang jika dibiarkan tidak terkendali, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, menurunkan imunitas, dan mengganggu kesehatan tulang,” ujar Dr. Raissa dalam pernyataannya di Jakarta.
Pentingnya konsumsi antioksidan ini diperkuat oleh kondisi udara Jakarta yang saat ini dikategorikan tidak sehat bagi kelompok sensitif. Menurut laporan terbaru dari Laman IQAir, kualitas udara Jakarta pada pagi hari Senin ini menunjukkan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 yang mencapai 49,5 mikrogram per meter kubik, melebihi nilai panduan kualitas udara tahunan WHO hingga hampir 10 kali lipat.
“Paparan PM 2,5, yang sering kali berasal dari polusi udara seperti asap rokok, kendaraan bermotor, dan makanan kurang sehat, dapat meningkatkan produksi radikal bebas dalam tubuh kita,” tambah Dr. Raissa.
Director of Adult and Specialized Nutrition dari KALBE Nutritionals, Robertus Parulian Purba, menegaskan bahwa kesadaran akan dampak buruk radikal bebas dan upaya untuk melawan efeknya melalui konsumsi antioksidan adalah langkah krusial dalam menjaga kesehatan di tengah tantangan lingkungan yang semakin meningkat.
Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk tidak hanya mengelola pola makan secara baik, tetapi juga menjaga lingkungan sekitar agar dapat mengurangi paparan zat-zat perusak yang dapat memperburuk kualitas udara.
Demikianlah kabar terbaru terkait anjuran pakar gizi untuk mengonsumsi makanan kaya antioksidan sebagai langkah preventif melawan radikal bebas, disampaikan dari Jakarta.






