Djarum Foundation Angkat Keindahan Kebaya Melalui Sinematografi

Dalam rangka menyambut Hari Kebaya Nasional tahun ini, Bakti Budaya Djarum Foundation telah menghadirkan sebuah karya sinematografi yang memukau berjudul “Kebaya Kala Kini”. Film pendek berdurasi delapan menit ini tidak hanya mengangkat keindahan kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia, tetapi juga sebagai representasi dari beragam perjalanan kehidupan.

Renitasari Adrian, Direktur Program Bakti Budaya Djarum Foundation, menjelaskan bahwa “Kebaya Kala Kini” tidak sekadar merupakan sebuah film, tetapi sebuah upaya untuk menginspirasi masyarakat Indonesia untuk melihat kebaya sebagai pakaian yang menghubungkan berbagai lapisan sosial di negeri ini. Renita juga menegaskan pentingnya pelestarian kebaya sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia.

Read More

Sutradara film ini, Bramsky, menjelaskan bahwa pemilihan kebaya sebagai tema utama dalam karyanya karena ingin menyoroti transformasi perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang. Dengan memadukan pemain profesional dan masyarakat lokal, Bramsky berharap pesan yang ingin disampaikan melalui film ini dapat meresap dalam semua kalangan, dari pedesaan hingga perkotaan.

Film ini menampilkan bintang-bintang ternama seperti Dian Sastrowardoyo dan Putri Marino, serta menampilkan bakat-bakat muda seperti penyanyi keroncong Woro Mustiko dan penari Bali Syandria Kameron. Lokasi pengambilan gambar yang dipilih adalah persawahan dan desa di Kulon Progo, DIY, memberikan latar belakang yang kuat untuk cerita tentang keindahan kebaya dan warisan budaya Indonesia.

Renita Adrian juga menyampaikan harapannya bahwa “Kebaya Kala Kini” tidak hanya akan menghidupkan kembali kebanggaan terhadap kebaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor yang terkait, seperti industri desain, pembuatan, dan penjualan kebaya. Dengan semakin meningkatnya pemakaian kebaya, diharapkan juga akan semakin dikenalnya kain tradisional seperti batik dan wastra lainnya.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada hari Selasa, Renita Adrian mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan pemerintah daerah, sangatlah penting untuk menguatkan peran kebaya sebagai simbol kebanggaan dan identitas budaya bagi perempuan Indonesia.

Film “Kebaya Kala Kini” bukan hanya sekadar dokumentasi tentang pakaian tradisional, tetapi juga sebuah persembahan seni yang membangkitkan semangat dan kebanggaan akan warisan budaya bangsa. Dengan harapan bahwa karya ini akan menginspirasi generasi muda untuk menghargai serta melanjutkan warisan leluhur.

Diharapkan bahwa melalui film ini, kebaya akan terus menjadi simbol kecantikan, kekuatan, dan keberagaman Indonesia yang selalu hidup dan bertransformasi seiring dengan waktu.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *