Novak Djokovic mengukir sejarah dengan menjuarai Olimpiade Paris 2024 setelah mengalahkan Carlos Alcaraz dalam final yang sangat menegangkan. Dalam pertandingan di Roland Garros, Djokovic mengklaim medali emas Olimpiade pertamanya dengan skor 7-6(7/3), 7-6(7/2), menambah koleksi 24 gelar Grand Slamnya dengan prestasi yang sangat prestisius ini.
Kemenangan ini menjadikannya petenis kelima yang meraih Golden Slam, yaitu menjuarai keempat turnamen Grand Slam dan medali emas Olimpiade. Djokovic, yang kini berusia 37 tahun, juga menjadi juara tunggal Olimpiade tertua sejak tenis kembali dipertandingkan di Olimpiade pada 1988. Selain itu, dia menggagalkan upaya Carlos Alcaraz untuk menambah medali emas Olimpiade pada musim panas ini, setelah memenangkan gelar French Open dan Wimbledon.
Usai pertandingan, Djokovic terlihat emosional saat merayakan kemenangannya. Ia mengibarkan bendera Serbia di lapangan dan kemudian naik ke bangku penonton untuk memeluk istri dan anak-anaknya. “Kami hampir bermain tiga jam, dan pukulan terakhir adalah satu-satunya momen di mana saya yakin bisa memenangi pertandingan,” ungkap Djokovic kepada AFP. “Saya mempertaruhkan tubuh dan keluarga saya untuk memenangkan emas, dan akhirnya saya berhasil.”
Sebaliknya, Carlos Alcaraz, yang berusia 21 tahun, menunjukkan kekecewaannya setelah pertarungan sengit itu. “Tiga jam, pertarungan besar dengan momen-momen sulit,” kata Alcaraz usai pertandingan. “Sangat menyakitkan telah kalah.”
Final ini berlangsung tanpa ada pemain yang kehilangan servis mereka. Djokovic menciptakan beberapa peluang break point, namun Alcaraz mampu menyelamatkannya. Djokovic kemudian menunjukkan ketangguhannya dengan meraih beberapa break point dalam dua set yang berlangsung ketat. Set pertama diakhiri dengan tie-break yang dimenangkan Djokovic setelah 93 menit, dan set kedua juga ditentukan melalui tie-break yang diakhiri dengan kemenangan Djokovic dalam tempo dua jam 50 menit.






