Dewa United Banten FC meraih kemenangan penting saat bertandang ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, dalam lanjutan BRI Super League 2025/26 pekan ke-21, Sabtu (14/2/2026) sore.
Laga berlangsung sengit sejak menit pertama. Banten Warriors tampil dominan pada babak pertama dengan penguasaan bola yang solid dan kontrol permainan yang disiplin. Namun, sejumlah peluang emas yang tercipta belum mampu dikonversi menjadi gol.
Di sisi lain, Juku Eja beberapa kali melancarkan serangan balik cepat. Beruntung, lini belakang Dewa United tampil sigap dan terorganisasi sehingga mampu mematahkan ancaman tuan rumah. Hingga turun minum, skor tetap 0-0.
Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan dengan pola serupa. Dewa United berupaya meningkatkan intensitas serangan dengan melakukan beberapa pergantian pemain demi membongkar pertahanan rapat PSM.
Momentum krusial terjadi pada menit ke-76 ketika bek kiri PSM, Victor Luiz, menerima kartu merah usai peninjauan ulang melalui VAR karena kedapatan menginjak kaki gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya. Keunggulan jumlah pemain tersebut dimanfaatkan maksimal oleh tim tamu.
Gol yang dinanti akhirnya hadir pada menit ke-90. Gelandang Dewa United, Vinicius Duarte, melepaskan tendangan bebas melengkung yang tak mampu dijangkau penjaga gawang tuan rumah. Gol tersebut memecah kebuntuan sekaligus membakar semangat tim.
Tak berselang lama, memanfaatkan kelengahan lini belakang lawan, penyerang Dewa United, Alex Martins, melepaskan sepakan keras yang kembali merobek gawang PSM. Skor 0-2 pun menutup pertandingan untuk kemenangan Banten Warriors.
Dalam sesi konferensi pers usai pertandingan, Pelatih Kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, menyampaikan apresiasinya terhadap perjuangan para pemain.
“Tentu saja, kami datang ke sini setelah menjalani tiga laga tandang secara beruntun. Saya menilai saat menghadapi Persebaya, kami memainkan pertandingan yang baik meskipun harus bermain dengan 10 orang melawan 11 pemain,” ujarnya.
Ia kemudian mengulas tantangan yang dihadapi tim dalam beberapa laga terakhir.
“Pada pertandingan sebelumnya menghadapi Persik, hujan membuat kami cepat tertinggal 0–1. Dalam kondisi tersebut, sangat sulit memainkan pertandingan, dan pada akhirnya kami harus menerima kekalahan. Dengan latar belakang itu, kami memahami bahwa laga tandang melawan PSM selalu menjadi tantangan yang berat,” tuturnya.
“Kami harus menempuh perjalanan yang jauh, dan saya juga melihat atmosfer stadion kini jauh lebih baik. Mereka adalah tim yang sangat terorganisasi dan secara fisik melakukan segala cara untuk mencegah kebobolan,” sambungnya.
Menurut pelatih berkebangsaan Belanda ini, gambaran tersebut benar-benar terasa di atas lapangan.
“Gambaran tersebut juga terlihat dalam pertandingan ini. Kami kesulitan menciptakan peluang, terutama pada 20 menit pertama. Karena terlalu banyak pemain terlibat dalam fase pembangunan serangan, kami kemudian mengubah keseimbangan permainan agar lebih mengarah ke depan. Namun demikian, tetap tidak mudah untuk menemukan peluang,” terangnya.
Meski demikian, pelatih berlisensi UEFA Pro ini menilai peningkatan performa terjadi pada babak kedua.
“Pada babak kedua, kami tampil lebih baik dalam menciptakan kesempatan, dan itu merupakan hal yang wajar. PSM memiliki peluang pada awal babak pertama, dan mungkin satu peluang lagi di penghujung laga. Secara keseluruhan, kami tampil sangat terorganisasi,” jelasnya.
Keunggulan jumlah pemain menjadi titik balik penting dalam laga ini.
“Ketika situasi berubah menjadi 11 lawan 10, saya menilai kami bermain dengan sangat baik. Kami menerapkan tekanan tinggi dan menciptakan sejumlah peluang. Gol memang tercipta melalui tendangan bebas, tetapi setelah itu kami mendapatkan lebih banyak ruang untuk berkembang. Saya sangat bahagia atas kemenangan yang diraih tim dalam pertandingan ini,” pungkasnya.






