Tips Memilih Daycare yang Kredibel Menurut Psikolog di Tengah Kasus Penganiayaan Balita di Depok

Kasus penganiayaan balita di sebuah tempat penitipan anak atau daycare di Depok belakangan ini menjadi sorotan publik. Menanggapi insiden tersebut, Psikolog Anak dan Keluarga Sani B. Hermawan memberikan beberapa tips penting untuk memilih daycare yang kredibel dan aman bagi anak.

Menurut Sani, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk memastikan tempat penitipan anak yang dipilih memenuhi standar keamanan dan kualitas. “Pertama-tama, orang tua perlu memeriksa latar belakang dari daycare tersebut. Hal ini meliputi berapa lama daycare itu sudah berdiri, siapa pendirinya, dan latar belakang pendidikan serta sertifikasi dari pengasuh anak,” ujar Sani saat dihubungi ANTARA pada Minggu (4/8).

Read More

Sani menambahkan bahwa informasi mengenai profil pengasuh anak sangat penting. “Pastikan pengasuh memiliki latar belakang yang relevan, seperti jurusan psikologi atau memiliki sertifikat khusus sebagai terapis anak. Ini bisa menjadi indikasi bahwa mereka memiliki keahlian dan pengetahuan yang diperlukan untuk merawat anak dengan baik,” jelasnya.

Selain itu, orang tua disarankan untuk mencari testimoni dari pelanggan yang telah menggunakan jasa daycare tersebut. “Baca ulasan atau tanyakan kepada orang tua lain mengenai pengalaman mereka. Wawancara langsung dengan pihak daycare juga penting untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai fasilitas dan kebijakan mereka,” tambah Sani.

Sani juga menekankan pentingnya memilih daycare yang dilengkapi dengan sistem pengawasan seperti kamera CCTV. “Ini membantu memastikan transparansi dan memungkinkan orang tua memantau aktivitas anak mereka secara real-time,” katanya.

Jika harga daycare terlalu murah, Sani menyarankan agar orang tua lebih berhati-hati dan tidak tergiur oleh penawaran yang tampaknya terlalu baik untuk menjadi kenyataan. “Selalu pastikan bahwa kualitas dan keamanan tidak dikorbankan hanya demi harga yang murah,” ungkapnya.

Orang tua juga disarankan untuk memantau perubahan perilaku anak setelah dititipkan di daycare. “Perhatikan apakah anak menjadi takut, meringis, atau menunjukkan tanda-tanda stres seperti sering menangis. Ini bisa menjadi indikator adanya masalah di tempat penitipan,” kata Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani ini.

Kasus terbaru di Depok melibatkan penangkapan pemilik daycare berinisial MI yang diduga melakukan kekerasan terhadap balita berinisial MK (2). Polisi mengungkapkan bahwa balita tersebut mengalami trauma dan luka memar akibat penganiayaan di daycare tersebut.

“Memilih daycare yang tepat memang tidak mudah, tetapi hal ini sangat penting untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan perawatan yang aman dan berkualitas. Orang tua perlu lebih selektif dan melakukan pengecekan secara menyeluruh sebelum membuat keputusan,” tutup Sani.

Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan kasus-kasus serupa dapat dicegah dan anak-anak dapat tumbuh dengan aman dan bahagia di lingkungan penitipan yang terpercaya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *