Pentingnya Pendidikan Seksual Sejak Dini: Tips dari Psikolog Kasandra A. Putranto

Dalam upaya membekali anak dengan pengetahuan yang tepat tentang seksualitas, psikolog klinis Kasandra A. Putranto, lulusan Universitas Indonesia, mengungkapkan bahwa pendidikan seksual perlu dilakukan dengan cara yang sesuai dan sensitif terhadap usia anak. Kasandra menekankan pentingnya menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti saat menjelaskan konsep-konsep seksual kepada anak-anak.

“Saat menjelaskan, gunakan bahasa yang sederhana dan sesuai dengan usia anak. Misalnya, saat anak masih balita, kita bisa mulai dengan mengenalkan fungsi tubuh dan menjelaskan bahwa ada bagian-bagian tubuh yang bersifat privat,” jelas Kasandra dalam wawancara melalui aplikasi pesan instan pada Selasa (27/8).

Read More

Menurut Kasandra, pendidikan seksual bisa dimulai sejak anak berusia dua atau tiga tahun. Pada usia ini, anak mulai mengenal nama-nama organ tubuh, termasuk alat kelamin. Pada tahap ini, penting bagi orang tua untuk menjelaskan bahwa tubuh anak adalah hal yang privat dan harus dihormati oleh orang lain.

Kasandra juga menyarankan agar orang tua menerapkan metode diskusi terbuka untuk membahas topik terkait seksualitas. “Diskusikan topik-topik terkait seksualitas secara terbuka dan tanpa rasa malu. Ini akan membantu anak merasa lebih aman untuk berbagi pertanyaan atau kekhawatiran mereka,” tambahnya.

Selain diskusi, penggunaan alat bantu seperti gambar atau buku yang sesuai dengan usia anak juga bisa sangat membantu. Gambar-gambar dan buku dengan warna-warni menarik dapat mempermudah anak dalam memahami konsep-konsep yang mungkin sulit dipahami.

Saat anak tumbuh lebih besar, Kasandra mengingatkan orang tua untuk mulai membahas risiko yang terkait dengan hubungan seksual, seperti kehamilan yang tidak diinginkan dan penyakit menular seksual. “Ajarkan juga tentang tanggung jawab dalam berhubungan dengan orang lain. Selain memberikan informasi, penting untuk menanamkan nilai-nilai moral dan etika terkait seksualitas,” ujarnya.

Pendidikan seksual yang baik tidak hanya memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan hubungan interpersonal yang sehat, tetapi juga membantu anak memahami hak dan kewajiban dalam pernikahan. “Dengan pengetahuan ini, diharapkan anak dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang kesehatan reproduksi mereka dan menghindari pernikahan dini,” kata Kasandra.

Melalui pendidikan seksual yang komprehensif, anak-anak diharapkan dapat menghormati diri mereka sendiri, menjaga kesehatan seksual mereka, serta menghormati lawan jenis. “Pendidikan seksual dapat membantu anak-anak menghindari risiko-risiko seperti kejahatan seksual, kehamilan yang tidak diinginkan, dan penularan penyakit menular seksual (PMS),” tutup Kasandra.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *