Aktris berbakat Atiqah Hasiholan telah memukau para penggemar dan kritikus dengan penampilannya yang sangat berbeda dalam film terbarunya, “Tulang Belulang Tulang”. Dalam film ini, Atiqah melakukan transformasi penampilan yang total untuk memerankan seorang perempuan Batak, dengan memperhatikan detail-detail tradisional seperti riasan konde dan kain kebaya khas Batak.
Dalam sesi wawancara di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, pada hari Senin, Atiqah mengungkapkan tantangan yang ia hadapi selama proses syuting. “Sekian puluh hari itu pakai konde dari Subuh jam tiga pagi karena kita road movie,” kata Atiqah. “Jadi, jam tiga pagi itu udah nge-blow (rambut), segala macam,” tambahnya, menunjukkan dedikasinya untuk menyempurnakan penampilan karakter yang ia perankan.
Di dalam film “Tulang Belulang Tulang”, Atiqah berperan sebagai Mami Laterina, seorang perempuan Batak yang terlibat dalam upacara adat Mangokal Holi bersama keluarganya. Upacara Mangokal Holi adalah tradisi pemindahan tulang belulang leluhur ke tanah adat, dan hanya keluarga Batak yang mampu melaksanakannya yang melakukan ritual ini.
Untuk menyesuaikan dengan karakter yang dimainkan, Atiqah tidak hanya mengenakan kebaya Batak hampir di seluruh adegan film, tetapi juga mengubah intonasi suaranya dengan nada yang lebih tinggi dan menggunakan dialek Batak. Meski harus menjalani banyak penyesuaian, Atiqah merasa tidak mengalami kesulitan berarti dalam proses syuting. Dukungan dari sutradara dan latar belakang keluarganya, yang memiliki darah Batak dari ibunya, membantu mempermudah proses adaptasi tersebut.
“Secara perempuan Batak, sudah lumayan familiar,” kata wanita kelahiran 3 Januari 1982 ini. Dia juga mengungkapkan bahwa dia tidak memerlukan waktu lama untuk menerima tawaran film tersebut, karena naskah “Tulang Belulang Tulang” dianggapnya sangat matang dan menarik. “Aku tau karya-karyanya Sammaria Simanjuntak dan aku suka film-filmnya, menurut aku (naskah ‘Tulang Belulang Tulang’) well prepared,” ungkap istri aktor Rio Dewanto ini.
Atiqah menambahkan bahwa meskipun dia sempat khawatir akan terlalu sering bermain dalam film bertema Batak, dia akhirnya sangat menyukai skrip film tersebut dan yakin dapat memerankannya dengan baik. “Tadinya aku sempat berpikir, ‘Aduh, Batak lagi ya?’ tapi aku sangat suka script-nya dan yakin bisa memainkannya,” tutupnya.
Film “Tulang Belulang Tulang” dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop pada akhir tahun ini, dan diharapkan akan memberikan nuansa baru serta menyajikan budaya Batak dengan cara yang segar dan menarik.






