Kebebasan politik dan sipil di berbagai negara menjadi indikator penting dalam menilai kesehatan demokrasi di seluruh dunia. Berdasarkan Global Freedom Index 2024 yang dirilis oleh organisasi pemantau demokrasi Freedom House, terdapat banyak negara yang mengalami penurunan dalam hal kebebasan, salah satunya adalah Iran. Laporan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kebebasan politik dan hak asasi di seluruh dunia.
Skor Iran Menurun, Kategorikan sebagai “Tidak Bebas”
Iran hanya memperoleh 11 poin dari 100 dalam Global Freedom Index 2024, menunjukkan bahwa negara tersebut berada dalam kategori “tidak bebas”. Skor ini bahkan lebih rendah dari tahun 2023, yang menjadi indikator penurunan kondisi kebebasan di negara tersebut. Meskipun Iran secara rutin menyelenggarakan pemilihan umum, laporan ini menyebutkan bahwa pemilu di sana masih jauh dari standar demokrasi. Salah satu penyebabnya adalah adanya pengaruh besar dari Dewan Penjaga, badan tidak terpilih yang memiliki kontrol signifikan atas proses politik di Iran.
Selain itu, tindakan keras terhadap para demonstran setelah pemberontakan ‘Women, Life, Freedom’ pada tahun 2022 juga disebut sebagai faktor rendahnya skor kebebasan Iran. Tekanan terhadap kebebasan berekspresi dan hak-hak perempuan semakin memperburuk situasi, sehingga negara ini tetap dalam kategori “tidak bebas”.
Perbandingan dengan Negara Lain
Dalam indeks tersebut, Iran memiliki skor satu poin lebih baik daripada Yaman, namun satu poin lebih buruk dari Kuba, Laos, dan Bahrain. Meski memiliki perbedaan kecil dalam skor, semua negara ini tetap masuk dalam kategori “tidak bebas”. Hal ini menunjukkan adanya tantangan besar bagi negara-negara yang berada di bawah rezim otoriter atau memiliki keterbatasan signifikan dalam kebebasan sipil. Keterlibatan badan-badan tidak terpilih, penindasan terhadap oposisi politik, serta minimnya kebebasan pers dan hak-hak sipil umum menjadi penyebab utama rendahnya skor negara-negara tersebut.
Perkembangan Kebebasan Global Secara Umum
Meski demokrasi di banyak negara mengalami penurunan dalam dua dekade terakhir, secara global, ada peningkatan jumlah negara “bebas” jika dibandingkan dengan laporan pertama Freedom House yang diterbitkan 51 tahun lalu. Pada saat itu, hanya 44 dari 148 negara yang dikategorikan sebagai “bebas”, sedangkan pada 2024, 81 dari 210 negara dan wilayah mendapat status “bebas”. Meski demikian, tantangan dalam mempertahankan kebebasan politik dan hak asasi manusia tetap ada di banyak negara, terutama di kawasan yang memiliki rezim otoriter.
Laporan Global Freedom Index 2024 menggambarkan bahwa kebebasan politik dan sipil di banyak negara, termasuk Iran, masih mengalami berbagai tantangan berat. Meskipun ada peningkatan jumlah negara bebas secara global, penindasan hak-hak sipil dan kebebasan politik di beberapa negara menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut untuk memperjuangkan kebebasan dan demokrasi di seluruh dunia.






