Kiat Psikolog untuk Mencegah Perundungan pada Anak

Psikolog Klinis anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (UI), Vera Itabiliana Hadiwidjojo, memberikan kiat-kiat penting bagi orangtua untuk melindungi anak-anak mereka dari perundungan. Dalam wawancara dengan ANTARA pada Kamis (20/9), Vera menekankan pentingnya pengasuhan yang mendukung asertivitas dan komunikasi terbuka.

“Ajarkan anak untuk bersikap asertif, sehingga mereka berani mengungkapkan perasaan dan pendapat mereka dengan cara yang etis,” ungkap Vera. Asertif di sini berarti kemampuan untuk menyampaikan pikiran dan perasaan tanpa mengabaikan hak orang lain, sehingga anak-anak merasa lebih kuat dalam menghadapi situasi berisiko.

Read More

Anak yang terlatih dalam keterampilan asertif dapat merespons perilaku agresif dari teman sebaya, misalnya dengan menetapkan batasan atau meminta bantuan, sehingga mereka tidak mudah menjadi korban perundungan. “Selain itu, penting untuk mengajarkan anak cara membela diri dan mengembangkan kelebihan mereka, yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan sosial,” tambahnya.

Vera juga menekankan pentingnya menciptakan suasana hangat dan penuh kasih di rumah. “Kondisi rumah yang harmonis berpengaruh positif terhadap perkembangan psikologis anak,” jelasnya. Dengan memberikan cinta dan dukungan, anak-anak akan lebih siap menghadapi tantangan di luar rumah, termasuk perundungan.

Data terbaru dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan bahwa pada awal 2024, terdapat 141 kasus kekerasan terhadap anak, dengan 35 persen di antaranya terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, tercatat 46 kasus anak yang mengakhiri hidup, di mana 48 persen dari mereka adalah siswa yang masih mengenakan pakaian sekolah.

Melalui pendekatan yang tepat dalam pengasuhan, Vera berharap anak-anak dapat lebih terlindungi dari ancaman perundungan dan tumbuh dengan rasa percaya diri yang tinggi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *