Cegah Demensia Sedari Muda Agar Menua Berkualitas

Kisah kakek Juhani, calon haji berusia 95 tahun yang viral karena minta turun dari pesawat untuk memberi makan ayam, menjadi pengingat pentingnya kesehatan mental di usia tua. Diagnosed dengan demensia oleh Klinik Kesehatan Haji Indonesia, kakek Juhani mencerminkan bagaimana penurunan fungsi kognitif bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.

Demensia, termasuk Alzheimer, sering dianggap sebagai penyakit orang lanjut usia. Namun, data menunjukkan bahwa penurunan kemampuan kognitif ini bisa dimulai pada usia 30 tahun. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia mengalami demensia, dengan angka diperkirakan meningkat menjadi 14 juta pada tahun 2060. Di Indonesia, lebih dari 1,2 juta orang saat ini menderita demensia, dan angka ini diprediksi akan mencapai dua juta pada tahun 2030.

Read More

Penyebab demensia bervariasi, mulai dari penyakit Alzheimer hingga kondisi medis seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Gaya hidup tidak sehat, termasuk kurang olahraga, pola makan buruk, serta kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, turut menjadi faktor risiko yang signifikan.

Cegah di Usia Muda

Pencegahan demensia seharusnya dimulai sejak muda. Penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup aktif dan pola makan sehat dapat menurunkan risiko penyakit ini. Kementerian Kesehatan Indonesia meluncurkan kampanye “CERDIK” untuk mendorong masyarakat menjaga kesehatan, termasuk cek kesehatan rutin dan menerapkan diet seimbang.

Ahli saraf dari Universitas Katolik Atma Jaya, Prof. Dr. Yuda Turana, menekankan pentingnya aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, yang dapat membantu menjaga kesehatan otak. Diet mediterania yang kaya akan biji-bijian, sayuran, dan minyak zaitun juga dianjurkan untuk mengurangi risiko demensia.

Sebagai bagian dari upaya global untuk meningkatkan kesadaran, Hari Alzheimer Sedunia yang diperingati setiap 21 September mengajak semua kalangan untuk menjalani pola hidup sehat dan mengurangi stigma terhadap demensia.

Dengan perhatian dan upaya bersama, diharapkan generasi mendatang dapat menua dengan kualitas hidup yang lebih baik, bebas dari ancaman demensia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *