Melestarikan Batik: Dari Cinta hingga Kreasi

Batik kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, melampaui sejarahnya yang hanya dipakai oleh raja dan kerabatnya di keraton. Dalam beberapa dekade terakhir, batik telah merambah berbagai kalangan, menjadi pilihan fashion yang populer baik untuk acara formal maupun santai.

Sejak ditetapkannya Hari Batik Nasional pada 2 Oktober, minat masyarakat terhadap batik semakin meningkat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan bahwa batik telah ada sejak era kerajaan Mataram dan terus berkembang hingga saat ini, dengan beragam corak yang kian modern.

Read More

Menariknya, batik juga telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda sejak 2009, meningkatkan kesadaran global tentang kekayaan budaya Indonesia. Untuk merayakan kecintaannya terhadap batik, seniman dan kolektor, Dave Tjoa, baru-baru ini menggelar pameran bertajuk “Kukila Khatulistiwa”. Dalam pameran tersebut, ia menampilkan koleksi batik “Oriental”, hasil perpaduan antara budaya Jawa dan Tionghoa, yang menjadi akar leluhurnya.

Dave, yang telah mengoleksi ratusan batik selama 24 tahun, menemukan inspirasi dari batik keluarga berwarna biru putih yang diwariskan oleh neneknya. Sejak saat itu, ia aktif belajar tentang motif dan filosofi di balik batik, serta menjalin hubungan dengan para perajin batik untuk mendalami tradisi ini.

Sebagai keturunan Tionghoa, Dave memiliki kedekatan dengan Batik Tiga Negeri, yang menggabungkan tiga motif dari Lasem, Pekalongan, dan Solo. Keindahan akulturasi budaya ini sangat mempengaruhi penguasaannya terhadap batik.

Melalui pengalamannya, Dave juga mengungkapkan kecintaannya terhadap batik sogan, jenis batik klasik yang berwarna coklat. Ia percaya bahwa kecintaan terhadap batik bukan hanya soal warna, tetapi juga tentang kedalaman makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Dengan karya batik oriental yang dihasilkan setelah delapan bulan proses belajar dan mencoba, Dave ingin menyampaikan pesan penting: pentingnya menghargai dan melestarikan akar budaya kita. Melalui pameran ini, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenakan batik, tetapi juga untuk mempelajari dan membuatnya, sebagai langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya bangsa.

Dave berharap bahwa cinta dan dedikasinya terhadap batik dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *