Dewa United Banten Layangkan Protes untuk Segera Evaluasi Kinerja Wasit

Dewa United Banten harus mengakui kekalahan dari Satria Muda Pertamina dalam lanjutan matchweek ke-15 IBL 2025, Minggu (18/5), di Britama Arena. Pada game yang berjalan ketat tersebut, DUB dipaksa menyerah dengan skor akhir 90-93.

Selepas tepis mula hingga akhir laga, game berjalan sangat agresif dengan selisih poin yang tak pernah berbeda jauh. Namun, permainan indah dari kedua tim sepanjang game tak diimbangi dengan keputusan wasit yang tegas.

Read More

Keputusan tidak jelas dikeluarkan wasit pada kuarter kedua saat game berjalan ketat, di mana skor saat itu sedang sama kuat 36-36. Wasit tiba-tiba menghentikan game cukup lama, sekitar hampir dua menit.

Kejadian tersebut sedikit mengganggu konsentrasi Anak Dewa sehingga harus tertinggal cukup jauh dari SM pada akhir babak pertama dengan skor 47-52. Meski begitu, DUB mampu bangkit dan sukses berbalik unggul 70-71 pada kuarter ketiga.

Memasuki kuarter keempat, DUB sejatinya mendapatkan momentum untuk terus leading. Akan tetapi, dua defensive foul beruntun di awal kuarter keempat yang diberikan kepada Arki Dikania Wisnu membuat dirinya harus menyudahi game lebih cepat.

Keputusan kontroversial wasit tak sampai di situ. Pada detik-detik terakhir, DUB mendapat momen kerugian lain dari keputusan wasit.

Hardianus berduel dengan Avan Seputra saat mengejar bola hasil tepisan Lester Prosper agar tidak out of bounds. Hardi sempat mendapat kontak sikut dari Avan, tapi wasit tidak memutuskan foul dan memberikan penguasaan bola kepada Satria Muda setelah out of bounds.

Menyikapi hal ini, manajemen Dewa United Banten melayangkan protes kepada IBL untuk segera mengevaluasi kinerja wasit. Manajemen DUB pun telah mengirimkan beberapa potongan video keputusan wasit yang merugikan tim.

“Kami sangat menyayangkan beberapa keputusan wasit yang merugikan tim. Maka dari itu, kami bersikap dengan mengirimkan bukti-bukti video yang merugikan kami dan memohon segera untuk diadakan evaluasi kinerja wasit dari DPP Perbasi maupun IBL,” ujar manajer DUB, Zaki Iskandar.

Arki Dikania Wisnu juga menyoroti tentang kinerja wasit di game melawan Satria Muda. Arki yang terpaksa harus foul out lantaran sempat mendapat personal foul dua kali beruntun pada awal kuarter keempat, justru meminta wasit untuk mengajari bagaimana caranya defense yang baik.

“Saya mencoba memainkan pertahanan yang sama persis dengan mereka (SM) dan mereka (wasit) membiarkan melakukan itu. Saya pikir tidak apa-apa bagi saya untuk melakukan hal yang sama persis. Jadi jika mereka call saya seperti itu, tolong ajari saya bagaimana cara bermain bertahan yang benar?,” ungkap Arki.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *