Dewa United Banten menyampaikan sorotan serius terhadap pengaturan jadwal pertandingan yang dinilai tidak ideal usai menghadapi RANS Simba Bogor dalam lanjutan IBL 2026, pada Senin (20/4).
Pelatih Dewa United, Agustí Julbe, menegaskan bahwa situasi yang dihadapi timnya tidak hanya menyangkut kepentingan internal, tetapi juga berkaitan dengan representasi Indonesia di level Asia melalui ajang Basketball Champions League (BCL) Asia – East.
“Saya ingin menyampaikan sesuatu, bukan hanya atas nama pribadi, tetapi juga mewakili manajemen kami. Saya rasa pertandingan ini tidak bisa diterima, baik dari sisi RANS maupun IBL,” ujar coach Julbe dalam konferensi pers usai laga melawan RANS, Senin (20/4).
Menurutnya, pertandingan ini awalnya dijadwalkan pada 18 April. Di sisi lain, Dewa United juga mengalami perubahan jadwal pada ajang BCL Asia – East 2026 Window 2 yang berlangsung di Johor Bahru, Malaysia.
Awalnya, #AnakDewa dijadwalkan bertanding pada 15 dan 17 April. Namun, jadwal tersebut kemudian direvisi menjadi 15 dan 16 April, sehingga tim memiliki waktu pemulihan yang cukup sebelum kembali ke kompetisi domestik pada 19 April.
Penyesuaian jadwal tersebut bahkan berdampak pada tim lain. Tuan rumah Johor Southern Tigers (JST) yang semestinya mendapatkan jeda satu hari antar pertandingan justru harus bermain back-to-back demi mengakomodasi kebutuhan penyesuaian jadwal secara keseluruhan.
Namun, situasi berbeda justru terjadi di kompetisi domestik. RANS Simba Bogor yang awalnya dijadwalkan menjalani laga back-to-back pada Sabtu dan Minggu (18–19 April), mendapatkan perubahan jadwal sehingga memiliki jeda satu hari recovery dan bermain pada Sabtu dan Senin.
Perbedaan perlakuan ini menimbulkan pertanyaan terkait konsistensi pengaturan jadwal oleh liga.
“Kami sudah meminta penundaan dan mencoba mencari tanggal yang lebih baik. Kami bahkan mengusulkan untuk bermain pada 22 April, hari Rabu, yang merupakan hari pertandingan normal di IBL,” jelasnya.
Namun, permintaan tersebut tidak mendapat respons yang diharapkan dari pihak liga.
“Pertandingan mereka (RANS melawan Tangerang Hawks) sebelumnya dijadwalkan kemarin (hari Minggu), tetapi IBL mengizinkan untuk memajukannya ke hari Sabtu. Artinya mereka tidak jadi bermain back-to-back dan punya waktu recovery lebih,” tambahnya.
Dalam situasi tersebut, Dewa United justru harus menjalani jadwal yang sangat padat, termasuk back-to-back away game dan empat pertandingan dalam kurun waktu enam hari.
“Kami adalah Dewa United, kami mewakili Indonesia di BCL. Seharusnya ada pemahaman lebih dari pihak-pihak yang mengelola basket di Indonesia,” tegasnya.
“Beruntung tidak ada pemain cedera, tetapi memainkan empat pertandingan dalam enam hari adalah sesuatu yang tidak normal.”
Ia juga mengungkapkan bahwa komunikasi yang dilakukan dengan pihak liga belum menghasilkan solusi yang memberikan keseimbangan bagi semua tim.
“Setiap kali kami meminta penyesuaian jadwal kepada IBL, jawabannya selalu tidak, atau setidaknya tidak memudahkan, seperti harus bermain back-to-back hari ini (Minggu-Senin),” katanya.
Dewa United sebelumnya berharap mendapatkan waktu istirahat tambahan demi menjaga kondisi pemain di tengah padatnya agenda kompetisi domestik dan internasional.
“Kami hanya meminta sedikit waktu istirahat tambahan. Awalnya RANS sempat menyetujui, tetapi kemudian jadwal tetap ditempatkan hari Senin,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, ia menekankan pentingnya koordinasi yang lebih baik dari pihak penyelenggara kompetisi dalam mengatur jadwal, terutama bagi tim yang juga membawa nama Indonesia di level internasional.
“Dalam situasi seperti ini, seharusnya semua pihak bisa duduk bersama, saling memahami kebutuhan masing-masing, dan mencari solusi terbaik.”
Kendati demikian, Dewa United Banten tetap menunjukkan performa impresif dengan meraih kemenangan atas RANS Simba Bogor dengan skor 96-75. Kemenangan ini membuat Anak Dewa menempati peringkat keempat klasemen sementara IBL 2026 dengan koleksi 24 poin, hasil dari 9 kemenangan dan 6 kekalahan.






