OceanXplorer: Eksplorasi Laut Dalam Indonesia di Mata Pewarta

Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat – Kapal riset OceanXplorer menjadi fokus perhatian sejumlah wartawan dalam tur eksklusif pada akhir pekan ketiga bulan Juni. Kapal sepanjang 87,1 meter ini, yang dikenal sebagai salah satu kapal riset tercanggih di dunia, merapat di Pelabuhan Teluk Bayur untuk menjalankan misi eksplorasi laut dalam di perairan Indonesia.

OceanXplorer, yang dimiliki oleh organisasi nirlaba eksplorasi laut global OceanX, bekerja sama erat dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia untuk Misi Indonesia 2024. Kapal ini dilengkapi dengan teknologi canggih termasuk tiga laboratorium, dua kapal selam Triton, dan Argus Remotely Operated Vehicle (ROV) yang memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi kedalaman laut hingga 6.000 meter.

Tur dimulai dengan pengenalan dari Mattie Rodrigue, Direktur Program Sains OceanX, yang membawa wartawan ke sub-hanggar kapal yang berisi dua kapal selam Triton. Triton Neptune dan Nadir, dilengkapi dengan peralatan ilmiah dan media, memungkinkan pengamatan langsung dan pengambilan sampel dari kedalaman laut.

“Kami berhasil menemukan terumbu karang laut dalam pada kedalaman 4.800 meter,” ungkap Colin Wade, pilot kapal selam Triton, sambil menjelaskan peran vital kapal ini dalam penelitian.

Selain kapal selam, wartawan juga diajak mengunjungi laboratorium basah dan ruang kontrol ROV, di mana Olaf, pilot Argus ROV, menjelaskan kemampuan ROV dalam mengambil rekaman dan sampel dari dasar laut dengan kualitas visual 360 derajat yang menakjubkan.

“ROV ini membantu kami menjelajahi area yang belum pernah dijangkau sebelumnya, memberikan wawasan baru tentang kehidupan laut dalam,” tambahnya.

Selama tur, pewarta juga mengunjungi laboratorium kering di mana peneliti sedang aktif bekerja menggunakan teknologi pencahayaan khusus yang dikembangkan dengan bantuan sutradara terkenal James Cameron. Kapal ini juga memberikan peluang bagi mahasiswa dan peneliti lokal untuk belajar dan berpartisipasi dalam penelitian-penelitian berdampak besar.

“Misi ini tidak hanya tentang penelitian, tapi juga pendidikan dan pengembangan kapasitas untuk para generasi mendatang Indonesia,” kata Aniza Suspita, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kemenko Marves.

Hasil riset dari Misi Indonesia 2024 telah mencakup pemetaan luas dasar laut Indonesia, survei terhadap keanekaragaman hayati, serta penemuan potensial bencana dan fenomena geologi baru seperti gunung berapi bawah laut dan hidrothermal.

Kunjungan kapal ini juga disambut baik oleh Andre Algamar, Penjabat Wali Kota Padang, yang menyatakan bahwa data yang dikumpulkan akan sangat berharga dalam memahami potensi bencana dan kekayaan laut di wilayahnya.

Setelah berlayar dari Padang, OceanXplorer akan melanjutkan perjalanannya ke Jakarta, Bali, Labuan Bajo, dan Sulawesi Utara sebelum melanjutkan ekspedisi ke negara-negara lain di kawasan ini.

Dengan teknologi dan kolaborasi yang dimiliki, OceanXplorer tidak hanya menjadi alat untuk penelitian ilmiah, tetapi juga sebagai wahana untuk mengedukasi dan menginspirasi para generasi penerus dalam menjaga kelestarian laut Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *