BPOM Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Lewat Pangan Aman Konsumsi

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengambil langkah tegas dalam mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mengonsumsi pangan yang aman. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya kasus keracunan dan ancaman kesehatan akibat konsumsi pangan berbahaya di Indonesia.

Plt. Kepala BPOM, Dr. Dra. L. Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm., MARS, dalam keterangan resmi hari ini, menekankan bahwa pangan yang aman haruslah telah mendapatkan izin edar dari BPOM dan tidak mengandung bahan tambahan yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia.

Read More

“Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan serius dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh konsumsi pangan yang tidak aman. Ancaman ini semakin meningkat karena tren penyakit yang beralih dari penyakit menular ke penyakit tidak menular,” ujar Rizka.

Rizka juga mengungkapkan temuan BPOM terkait adanya pangan olahan yang tidak layak dikonsumsi, seperti yang terjadi baru-baru ini di Sukabumi. Sebanyak 16 siswa dari SDN Cidadap I mengalami keracunan setelah mengonsumsi jajanan asal China yang mengandung bakteri mikrobiologi melebihi batas aman.

“Jajanan seperti Hot Spicy Latiru dan Latiao Strips yang dijual secara bebas di masyarakat mengandung bakteri mikrobiologi hingga 11.727 koloni per gram, melebihi batas yang diatur dalam peraturan BPOM. Hal ini mengakibatkan siswa-siswa tersebut mengalami pusing, mual, dan muntah,” ungkap Rizka.

Kasus serupa juga terjadi sebelumnya di Sukabumi di mana 28 siswa dari SDN Nangewer mengalami keracunan usai mengonsumsi jajanan bermerek Daya pada bulan Februari lalu. Kejadian ini telah menarik perhatian publik dan memicu tindakan tegas dari pihak berwenang, termasuk penangkapan pedagang yang bertanggung jawab atas jajanan tersebut.

Rizka menambahkan bahwa seluruh masyarakat perlu lebih waspada terhadap pangan yang mereka konsumsi, terutama produk impor yang tidak memiliki sertifikasi halal atau izin edar dari BPOM.

“Dalam upaya menjaga kesehatan, mari kita semua berkomitmen untuk hanya mengonsumsi pangan yang aman dan telah terjamin kualitasnya sesuai standar BPOM. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk melindungi kesehatan diri dan keluarga,” tutup Rizka.

Dengan ini, BPOM terus menggalakkan kampanye kesadaran akan pentingnya memilih pangan aman sebagai langkah preventif utama dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *