Masyarakat Dihimbau Simpan Bukti Transaksi Keuangan dengan Baik

Analis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Maman Firmansyah, mengingatkan masyarakat agar menyimpan bukti transaksi keuangan dengan baik. Hal ini penting untuk mempermudah proses pengaduan ketika menghadapi masalah terkait keuangan.

“Banyak konsumen yang tidak memiliki bukti saat mengajukan pengaduan. Misalnya, bukti penawaran atau chat WhatsApp yang tidak disimpan, serta bukti pembayaran atau transfer yang hilang,” ujarnya dalam acara daring yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta dengan tema “Taktik Cerdas Mengelola Keuangan”, Jumat.

Read More

Maman yang menjabat sebagai Analis Eksekutif di Direktorat Pengaturan Lembaga Pembiayaan OJK menekankan bahwa bukti transaksi tidak hanya berlaku untuk investasi, tetapi juga untuk semua jasa keuangan.

“Penting untuk selalu menyimpan bukti pembayaran dan transaksi keuangan lainnya. Ini akan sangat membantu jika Anda perlu mengajukan pengaduan ke lembaga alternatif penyelesaian sengketa (LAPS), sehingga tidak perlu melalui pengadilan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, menyoroti pentingnya membangun literasi keuangan secara berkelanjutan, baik di kalangan masyarakat umum maupun aparatur sipil negara (ASN).

“Upaya peningkatan literasi tidak bisa hanya dilakukan dalam satu atau dua pertemuan. ASN harus memiliki ketahanan terhadap literasi finansial agar bisa menghadapi tantangan seperti judi online atau pinjaman online yang semakin umum,” jelas Nurul.

Dia juga menekankan bahwa literasi keuangan menjadi sangat strategis dalam mendukung reformasi birokrasi. “Harapannya, revolusi mental yang kita gaungkan dapat diwujudkan melalui peningkatan literasi keuangan,” tutupnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *