Tragedi Gelombang Panas saat Pemilu India: 33 Petugas TPS Meninggal Dunia

Dalam tragedi yang mengguncang India, sedikitnya 33 petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang panas yang melanda negara itu selama fase terakhir Pemilihan Umum (Pemilu). Pemilu berakhir pada Sabtu (1/6) di 57 daerah pemilihan di beberapa negara bagian, termasuk Uttar Pradesh utara, di mana kejadian tragis ini dilaporkan.

Perdana Menteri Narendra Modi telah meninjau situasi cuaca dan persiapan menghadapi musim hujan, menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan. Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa gelombang panas “kemungkinan akan terus berlanjut di beberapa wilayah Rajasthan, Gujarat, dan Madhya Pradesh.”

Banyak kota di India mengalami suhu di atas 49 derajat Celsius, dengan beberapa negara bagian melaporkan kematian akibat gelombang panas tersebut. Kota New Delhi bahkan mencatat suhu tertinggi sepanjang masa sebesar 52,9 derajat Celsius, meskipun beberapa pejabat urusan cuaca meragukan keakuratannya.

Kepala Pejabat Pemilu Uttar Pradesh, Navdeep Rinwa, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan bantuan uang tunai kepada keluarga korban yang meninggal, termasuk pekerja sanitasi. Sementara itu, di negara bagian timur, Odisha, beberapa pejabat memastikan bahwa sembilan orang telah meninggal dunia akibat gelombang panas, dengan 81 kematian lainnya masih menunggu konfirmasi.

Tragedi ini menjadi sorotan terutama menjelang pengumuman hasil Pemilu pada Selasa (4/6). Partai Bharatiya Janata yang berkuasa di India berhasil mempertahankan kekuasaannya di pemilihan majelis legislatif, meraih 46 dari total 60 kursi di Negara Bagian Arunachal Pradesh. Sementara itu, di Negara Bagian Sikkim, Partai Krantikari Morcha yang berkuasa memenangkan 31 dari 32 kursi di pemilihan majelis legislatif, bersiap untuk kembali berkuasa.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *