Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan sebanyak 16 rute alternatif yang dapat diakses masyarakat selama berlangsungnya Jakarta Internasional Marathon 2024. Acara ini akan digelar pada Minggu, 23 Juni mendatang, dimulai dari pukul 02.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas akan diberlakukan demi kelancaran acara. “Ada sekitar 16 rute alternatif yang bisa diakses masyarakat saat rekayasa lalu lintas pada saat Jakarta Internasional Marathon 2024,” ujarnya di Jakarta hari ini.
Berikut adalah 16 rute alternatif yang disiapkan:
- Selatan (Cikini) menuju Utara (Juanda) melalui Jalan Arief Rahman Hakim, Jalan Kramat Kwitang, Jalan Pasar Senen, Jalan Bungur Raya, Jalan Angkasa, Jalan Samanhudi, Jalan Pecenongan, dan seterusnya.
- Barat (Bunderan Hl, Tanah Abang, Kebon Sirih, Budi Kemuliaan) menuju Timur (Tugu Tani, Salemba, Taman Suropati) melalui Jalan Thamrin sisi Barat, Jalan Medan Merdeka Barat sisi Barat, Jalan Majapahit, Jalan Juanda, Jalan Pos, Jalan Gunung Sahari, dan seterusnya.
- Timur (Taman Suropati) menuju Barat (Tanah Abang) melalui Jalan Teuku Umar, Jalan Cut Mutia, Jalan Menteng Raya, Jalan Arief Rahman Hakim, Jalan Kwitang Raya, dan seterusnya.
- Warga sekitar Kawasan Jalan Kusuma Atmaja, Jalan Sumenep, Jalan Purworejo, dan Jalan Blora dapat menggunakan Jalan Latuharry, Jalan Sultan Agung, Jalan Galunggung, dan seterusnya.
- Barat (Stasiun Karet) menuju Timur (Manggarai) melalui Jalan R.M Djojohadikoesoemo, Jalan Galungung, Jalan Sultan Agung, dan seterusnya.
- Timur (Kampung Melayu) menuju Barat (Tanah Abang) melalui Jalan KH. Abdulah Syafei, Jalan Casablanka Raya, JLNT Dr. Satrio, atau Jalan Dr. Satrio, Jalan Mas Mansyur, dan seterusnya.
- Barat (Tanah Abang) menuju Timur (Kampung Melayu) melalui Jalan Mas Mansyur, Jalan Dr. Satrio, atau JLNT Dr. Satrio, Jalan Casablanka Raya, Jalan KH. Abdulah Syafei, dan seterusnya.
- Timur (Kampung Melayu) menuju Barat (Stasiun Palmerah) melalui Jalan KH. Abdulah Syafei, Jalan Casablanka Raya, JLNT Dr. Satrio, Jalan Dr. Satrio, Jalan Mas Mansyur, Jalan Penjernihan, Jalan Pejompongan Raya, Jalan Palmerah Timur 1, dan seterusnya.
- Masyarakat di sekitar Kawasan Setiabudi (Pedurenan) dapat menggunakan Jalan Denpasar, Jalan Dr. Satrio, putaran di Dr. Satrio, Jalan Denpasar Selatan, Jalan Gatot Subroto, dan seterusnya.
- Timur (Cawang) menuju Barat (Slipi) melalui Kupingan Besar Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Mas Mansyur, Jalan Penjernihan, Jalan Pejompongan Raya, Kupingan Pejompongan Raya, Jalan Gatot Subroto, dan seterusnya.
- Kawasan sisi Timur Jalan Prapanca Raya (Jalan Bangka, Jalan Wrjaya 1, Jalan Kemang Raya) menuju Barat (Blok M) melalui Jalan Bangka Raya, Jalan Kapten Tendean, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Trunojoyo, Jalan Panglima Polim, dan seterusnya.
- Kawasan sisi Barat Jalan Prapanca Raya (Jalan Dharmawangsa, Jalan Melawai, Jalan Raya ll) menuju Barat (Mampang) melalui Jalan Panglima Polim, Jalan Trunojoyo, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Gunawarman, Jalan Senopati, Jalan Suryo, Jalan Kapten Tendean, dan seterusnya.
- Selatan (Tb Simatupang) menuju Utara (Bundaran Senayan) melalui Jalan Pangeran Antasari, Jalan Dharmawangsa X, Jalan Panglima Polim, Jalan Kyai Maja, Jalan Pati Unus, Jalan Pakubuwono VI, Jalan Hang Lekir 2, Jalan Hang Lekir 1, dan seterusnya.
- JLNT Antasari baik dari arah Utara-Selatan maupun Selatan-Utara akan ditutup selama acara berlangsung.
- Selatan (Pejaten) menuju Utara (Gatot Subroto) melalui Jalan Mampang Prapatan VII, Jalan Bangka Raya, Jalan Kapten Tendean, Jalan Terusan H. Rasuna Said, Jalan Gatot Subroto, dan seterusnya.
- Selatan (Pejaten) menuju Utara (Gatot Subroto) juga dapat menggunakan Jalan Mampang Prapatan VIII, Jalan Tegal Parang, Jalan Gatot Subroto, dan seterusnya.
Pemprov DKI Jakarta juga menyampaikan permintaan maaf atas gangguan yang mungkin terjadi selama penerapan rekayasa lalu lintas ini. Penutupan sebagian ruas jalan di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan akan dimulai sejak Sabtu, 22 Juni, pukul 21.00 WIB.
Diharapkan dengan adanya rute alternatif ini, masyarakat dapat tetap beraktivitas dengan lancar meskipun terdapat penutupan jalan yang bersifat sementara.






