Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dengan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi spektakuler pada pagi hari ini. Letusan terbesar teramati mencapai ketinggian 600 meter di atas puncak kawah Jonggring Saloko atau setara dengan 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Informasi ini disampaikan oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam keterangan tertulisnya. Erupsi terjadi secara beruntun mulai pukul 00.18 WIB hingga pukul 06.00 WIB dengan total lima kali letusan. Letusan pertama pada pukul 00.18 WIB dan yang terakhir pada pukul 05.55 WIB, yang merupakan letusan tertinggi dengan tinggi mencapai 600 meter di atas puncak kawah.
Kolom abu vulkanik yang dihasilkan dari letusan tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, mengarah ke barat daya. Meskipun pada beberapa letusan awal terhalang kabut, kegiatan erupsi tetap dapat dipantau secara visual oleh tim pengamat.
Data dari pos pengamatan mencatat bahwa dalam rentang waktu tersebut, terjadi total 49 kali gempa letusan/erupsi, tiga kali gempa guguran, satu kali gempa embusan, dan dua kali gempa tektonik jauh. Hal ini menunjukkan aktivitas seismik yang cukup signifikan di sekitar Gunung Semeru.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap mempertahankan status Gunung Semeru pada Level III (Siaga). Rekomendasi diberikan kepada masyarakat untuk menghindari aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak, serta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Daerah ini berpotensi terkena dampak awan panas dan aliran lahar.
Warga yang tinggal dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru diminta untuk menghindari risiko bahaya lontaran batu (pijar) yang bisa terjadi akibat letusan gunung.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di sekitar Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Situasi ini terus dipantau dan update akan diberikan secara berkala kepada publik. Masyarakat diminta untuk mengikuti perkembangan informasi resmi dari otoritas terkait untuk keamanan dan keselamatan bersama.
Akhir dari berita ini adalah pentingnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya yang mungkin timbul akibat aktivitas erupsi Gunung Semeru yang masih berlangsung.






