Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami serangkaian erupsi pada Rabu pagi, meningkatkan tingkat aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. Erupsi tersebut terjadi sebanyak tiga kali dengan ketinggian letusan mencapai 600 meter di atas puncak gunung.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 08:04 WIB tanpa visual letusan yang teramati secara langsung. Namun, erupsi kedua terjadi sekitar 22 menit kemudian, pada pukul 08:26 WIB, dengan tinggi letusan abu vulkanik yang mencapai 600 meter di atas puncak. Erupsi ketiga terjadi pada pukul 08:53 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 500 meter di atas puncak.
Menurut petugas pos pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang, mengarah ke barat daya pada erupsi kedua, dan ke selatan pada erupsi ketiga. Saat ini, erupsi masih berlangsung.
Dengan kejadian ini, Gunung Semeru tetap berstatus Siaga atau Level III. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan rekomendasi untuk masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak gunung, di mana pusat erupsi terletak.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terkena dampak perluasan awan panas dan aliran lahar, yang dapat mencapai jarak 17 km dari puncak gunung. Selain itu, warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar juga harus diwaspadai oleh masyarakat di sepanjang aliran sungai atau lembah yang bermuara di puncak Gunung Semeru, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Semua langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar Gunung Semeru selama periode peningkatan aktivitas vulkanik ini.






