Galeri Indonesia Kaya (GIK) kembali menghadirkan kegemerlapan seni Betawi dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-497 Jakarta. Setiap tahunnya, GIK mengajak seniman Betawi untuk unjuk kreasi, menampilkan kekayaan budaya dan sejarah khas Jakarta.
Renitasari Adrian, Direktur Program GIK, menjelaskan bahwa bulan Juni dipilih sebagai momen istimewa untuk mengapresiasi seni Betawi seiring dengan peringatan HUT Jakarta. “Setiap bulan Juni, kami mempersembahkan kreativitas seniman Betawi sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ibu kota,” ujar Renita usai pementasan lenong bertajuk “Seribu Akal Si Gede Boong”.
Pada hari Sabtu lalu, auditorium GIK dipenuhi oleh penonton yang terpesona dengan pertunjukan seni yang sarat akan kebudayaan Betawi. Lenong, dengan musik khas, humor “bodoran”, dan tarian tradisional, menjadi pusat perhatian dalam merayakan keberagaman seni Jakarta.
Salah satu kegiatan unggulan GIK adalah menghadirkan Sanggar Sinar Norray (SiNorray), yang dipimpin oleh Engkar Karmilasari, meneruskan jejak mendiang Mpok Nori. SiNorray, yang terkenal dengan aransemen ulang lagu-lagu gambang kromong Betawi, turut menghiasi panggung seni di GIK.
Renita menambahkan harapannya agar GIK terus menjadi destinasi utama bagi pecinta seni dan budaya di Jakarta, khususnya pada akhir pekan. Dengan fasilitas modern dan berbagai program seni gratis, GIK telah mampu menarik lebih dari 600.000 pengunjung sejak didirikan pada tahun 2013.
Melalui acara-acara seni seperti ini, GIK tidak hanya menjadi tempat apresiasi seni, tetapi juga sebagai wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya yang berharga bagi generasi saat ini dan mendatang.






