Judi Daring Dituding Berkontribusi pada Konflik Rumah Tangga dan Perceraian

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo, mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak negatif judi daring terhadap stabilitas rumah tangga, yang dapat berujung pada perceraian. Pernyataan ini dilontarkan dalam sebuah diskusi di Semarang, Jawa Tengah, hari Jumat lalu.

Hasto menyatakan, “Saya khawatir jika kepala rumah tangga hidup dengan spekulasi (judi), hal ini dapat berkontribusi terhadap konflik di dalam keluarga.” Menurutnya, perilaku penjudi cenderung tidak stabil emosinya dan mudah kecewa, yang dapat mengganggu ketenangan dalam rumah tangga. “Dan saya yakin juga tidak berkahlah hasilnya. Sehingga perceraian pun akan terpengaruh. Itu baru hipotesis saya,” tambahnya.

Read More

Meskipun belum ada penelitian objektif yang menghubungkan secara langsung antara judi daring dengan perceraian, Hasto menekankan bahwa lebih dari 70 persen perceraian di Indonesia disebabkan oleh perbedaan pendapat kecil antara suami dan istri.

Sementara itu, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2023 tercatat sebanyak 516.000 kasus perceraian di negara ini.

Sebelumnya, Pusat Pelaporan Analis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat peningkatan signifikan dalam kasus judi daring dengan memblokir sekitar 5.000 rekening terkait. Koordinator Kelompok Humas PPATK, Natsir Kongah, mengungkapkan bahwa nilai transaksi yang terdapat dalam rekening yang diblokir mencapai Rp600 triliun sejak kuartal pertama 2024.

Natsir juga menyoroti bahwa sekitar 80 persen dari 3,2 juta pemain judi daring yang teridentifikasi rata-rata memiliki transaksi di atas Rp100 ribu. Profil pemain judi daring ini bervariasi, termasuk pelajar, mahasiswa, dan ibu rumah tangga.

Kendati demikian, perdebatan mengenai dampak sosial dari perjudian daring masih terus berlangsung, sementara masyarakat dan pemerintah terus mencari solusi untuk mengatasi fenomena ini demi menjaga stabilitas keluarga dan keharmonisan rumah tangga di Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *