Persija Jakarta telah mengumumkan restrukturisasi signifikan dalam manajemen klub untuk menghadapi kompetisi Liga 1 2024/2025 yang akan datang. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan klub yang berbasis di ibu kota.
Dalam sebuah keterangan resmi yang diterima ANTARA hari Senin ini, klub yang dikenal sebagai Macan Kemayoran ini mengumumkan penggabungan jabatan Direktur Utama dan Presiden menjadi satu, yaitu jabatan Direktur. Mohamad Prapanca telah ditunjuk untuk menjabat sebagai Direktur baru ini, menggantikan peran sebelumnya yang dipegang oleh Ambono Janurianto. Prapanca sebelumnya menjabat sebagai Presiden klub, dengan fokus pada manajemen tim. Kini, tanggung jawabnya diperluas untuk mengelola keseluruhan klub.
Dalam pernyataannya, Prapanca menyatakan kesiapannya untuk mengemban peran baru ini dengan penuh dedikasi. Dia telah menyusun program kerja yang bertujuan untuk terus meningkatkan kinerja Persija dari musim ke musim. Upayanya akan difokuskan pada pembentukan tim yang kuat serta pengembangan agenda komersial yang intensif.
Sebagai bagian dari restrukturisasi ini, Persija juga menunjuk legenda klub, Bambang Pamungkas, sebagai Manajer. Bambang, yang sudah tidak asing lagi dengan peran manajerial, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam mengurus kebutuhan tim secara menyeluruh.
“Bersama-sama dengan tim manajemen, saya berharap dapat membangun kerja sama yang solid untuk menciptakan tim yang lebih baik dan lebih kompetitif,” ujar Bambang Pamungkas.
Selain perubahan manajerial ini, Persija juga telah merekrut pelatih asal Spanyol, Carlos Pena, sebagai bagian dari upaya mereka untuk meraih prestasi yang lebih gemilang di musim depan.
Restrukturisasi ini mencerminkan komitmen Persija Jakarta untuk terus beradaptasi dan meningkatkan profesionalisme dalam menghadapi persaingan sengit di Liga 1 Indonesia. Dengan susunan manajemen yang baru, harapan klub dan para pendukungnya adalah mencapai kesuksesan yang lebih besar di kancah sepak bola domestik.






