Film “Bangsal Isolasi” yang disutradarai oleh Adhe Dharmastriya menghadirkan sorotan baru dengan pendekatan yang intens terhadap dampak penggunaan LSD. Dalam film yang berlatar belakang penjara khusus wanita di Jawa Tengah pada tahun 1990-an ini, sutradara berhasil menggambarkan efek mengerikan halusinasi akibat pemberian dosis tinggi lysergic acid diethylamide (LSD).
Adhe Dharmastriya menjelaskan bahwa pemilihan LSD sebagai elemen kunci dalam cerita tidak semata-mata untuk sensasi, melainkan juga untuk memperkuat dimensi psikologis karakter-karakter dalam film. “LSD adalah salah satu elemen yang kami riset secara mendalam untuk membangun ketegangan dan pengalaman psikologis yang mendalam bagi penonton,” ujarnya.
Menurut Adhe, penggunaan LSD dalam konteks film ini tidak hanya mempengaruhi plot cerita, tetapi juga mempengaruhi cara para aktor menghadapi peran mereka. Ia memberikan instruksi khusus kepada para pemeran utama seperti Kimberly Ryder dan Rowiena Umboh untuk menggambarkan keadaan psikologis yang terganggu, termasuk adegan di mana karakter-karakter tersebut tampak mengalami halusinasi yang mencekam.
Film ini bukanlah sekadar film horor yang mengandalkan efek “jumpscare” atau kehadiran makhluk gaib, melainkan lebih menonjolkan ketegangan psikologis yang tercipta dari suasana penjara yang keras dan terisolasi. “Kami ingin menyoroti keadaan yang membuat suasana di penjara ini begitu menyeramkan,” tambah Adhe.
“Bangsal Isolasi” juga menarik perhatian karena lokasi syutingnya yang dipilih dengan teliti. Benteng Van Der Wijck di Kebumen, Jawa Tengah, dipilih karena aura alamiahnya yang unik dan atmosfir yang sulit dipertandingkan oleh lokasi lain. Ini sesuai dengan visi Adhe untuk menciptakan visual yang mendukung narasi kuat yang ingin ia sampaikan melalui film ini.
Diharapkan bahwa “Bangsal Isolasi” dapat memberikan pengalaman yang memuaskan bagi para penonton, dengan penayangan perdana di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 25 Juli 2024.






