Rupiah Menguat Usai Pengumuman Joe Biden

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden secara mengejutkan mengumumkan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2024. Pada awal perdagangan pagi, rupiah dibuka menguat 23 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.197 per dolar AS, dibandingkan dengan sebelumnya sebesar Rp16.220 per dolar AS.

“Keputusan Presiden Joe Biden untuk tidak mencalonkan diri kembali dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris sebagai calon dari Partai Demokrat, sementara Donald Trump tetap menjadi calon terdepan, telah memberikan dampak positif terhadap nilai tukar rupiah,” ujar Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede dalam komentarnya.

Read More

Pengumuman ini juga meningkatkan ketidakpastian terkait hasil pemilu AS pada November 2024, yang mempengaruhi sentimen pasar global termasuk Indonesia. Di sisi lain, langkah People’s Bank of China (PBoC) yang menurunkan suku bunga acuan turut meredakan kekhawatiran investor akan pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Sementara itu, kepemilikan asing pada surat berharga negara (SBN) Indonesia juga mengalami kenaikan, mencapai Rp811 triliun atau 14,01 persen dari total outstanding. Pemerintah Indonesia sendiri akan menggelar lelang obligasi negara dengan target indikatif Rp22 triliun hari ini, mencakup serangkaian seri obligasi dengan tingkat imbal hasil yang beragam.

Josua Pardede memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp16.175 hingga Rp16.275 per dolar AS dalam waktu dekat, tergantung dari perkembangan lebih lanjut di pasar global serta dinamika politik di Amerika Serikat.

Berita ini menunjukkan dampak yang signifikan terhadap pasar keuangan global seiring dengan perubahan dinamika politik dan kebijakan ekonomi di beberapa negara kunci di Asia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *