Laporan Global Peace Index 2024 yang dirilis oleh Institute for Economics and Peace menunjukkan bahwa dunia semakin kurang damai dalam 15 tahun terakhir. Meskipun beberapa indikator seperti dampak terorisme dan tingkat pembunuhan menunjukkan perbaikan signifikan, konflik yang berkepanjangan tetap menjadi masalah utama yang merusak perdamaian global. Namun, persepsi masyarakat terhadap kejahatan juga bervariasi, tergantung pada wilayah geografis dan kondisi sosial-ekonomi di berbagai negara.
Konflik Berkepanjangan Menjadi Masalah Utama
Dalam Global Peace Index 2024, indikator Ongoing Conflict mengalami penurunan hampir 20 persen sejak 2008. Hal ini mencerminkan bahwa konflik bersenjata yang berlangsung di berbagai belahan dunia, seperti perang dan ketegangan politik, terus memengaruhi tingkat perdamaian global secara signifikan. Namun, beberapa indikator lain seperti dampak terorisme dan tingkat pembunuhan justru menunjukkan penurunan, terutama di kawasan Amerika. Meskipun begitu, kekhawatiran akan kejahatan masih sangat dirasakan di beberapa negara di dunia, khususnya di Amerika Latin.
Amerika Latin dan Afrika Selatan: Kejahatan sebagai Isu Utama
Survei Statista Consumer Insights menunjukkan bahwa di negara-negara Amerika Latin, kejahatan masih dianggap sebagai masalah besar oleh banyak penduduk. Dari lima negara dengan responden terbanyak yang melihat kejahatan sebagai masalah utama, empat di antaranya terletak di benua Amerika. Afrika Selatan menempati urutan pertama dengan 78 persen responden yang menyatakan kejahatan sebagai masalah serius di negara mereka. Meskipun tingkat kejahatan seperti pembunuhan mungkin telah menurun, persepsi masyarakat tentang keamanan masih sangat dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap tindak kejahatan.
Persepsi Kejahatan di Negara-Negara Industri Besar
Beberapa negara dengan perekonomian terbesar di dunia, seperti Jerman, Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris, berada di posisi tengah dalam survei ini. Di Jerman, 34 persen responden menyatakan bahwa kejahatan merupakan isu yang perlu diatasi. Sementara di Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris, persentasenya masing-masing adalah 42, 38, dan 36 persen. Di negara-negara industri besar ini, meskipun tingkat kejahatan cenderung lebih rendah dibandingkan beberapa negara berkembang, kekhawatiran tentang keamanan tetap ada, terutama di kota-kota besar yang padat penduduk.
Sweden: Negara Barat dengan Persepsi Kejahatan Tertinggi
Di antara negara-negara Barat yang maju, Swedia memiliki angka tertinggi dalam hal persepsi terhadap kejahatan, yaitu sebesar 61 persen. Fenomena ini mungkin terkait dengan peningkatan migrasi yang terjadi sejak 2015. Menurut data Eurostat, Swedia pada tahun 2023 memiliki jumlah penduduk kelahiran luar Uni Eropa yang setara dengan Irlandia. Migrasi ini, meskipun membawa dampak positif, juga memunculkan tantangan dalam hal keamanan dan integrasi, yang pada akhirnya memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kejahatan.
Asia dan Timur Tengah: Tingkat Kekhawatiran Kejahatan Terendah
Di sisi lain, lima negara dengan tingkat kekhawatiran terendah terhadap kejahatan berada di Asia dan Timur Tengah. China dan Uni Emirat Arab menempati posisi terendah, di mana kurang dari 10 persen responden menganggap kejahatan sebagai masalah. Meskipun begitu, negara-negara lain di kawasan tersebut seperti Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan Jepang menunjukkan tingkat kekhawatiran yang lebih tinggi, meskipun masih relatif rendah dibandingkan kawasan lain, dengan persentase masing-masing antara 24 hingga 31 persen.
Persepsi masyarakat terhadap kejahatan sangat bervariasi di seluruh dunia. Negara-negara dengan tingkat konflik berkepanjangan dan masalah sosial-ekonomi yang kompleks cenderung memiliki persepsi kejahatan yang lebih tinggi. Sementara itu, negara-negara di Asia dan Timur Tengah, terutama yang memiliki tingkat stabilitas politik dan ekonomi yang baik, cenderung memiliki kekhawatiran yang lebih rendah terhadap masalah kejahatan. Hal ini mencerminkan bagaimana keamanan dan persepsi publik terhadap kejahatan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lokal dan global.






