Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memajukan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan melibatkan mereka dalam program makan bergizi gratis (MBG). Sebanyak 3.084 pelaku UMKM ikut berperan penting dalam memasok bahan baku makanan yang didistribusikan kepada masyarakat.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyebutkan bahwa UMKM merupakan supplier terbanyak dalam program ini. Selain UMKM, program ini juga melibatkan 149 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 8 Badan Usaha Milik Desa bersama (BUMDesma), dan 2.334 supplier lainnya.
Dadan dengan bangga menyampaikan bahwa UMKM memang menjadi tulang punggung utama dalam penyediaan bahan baku bergizi.
“149 BUMDES, 8 BUMDESMA, 3.084 UMKM, dan 2.334 supplier lainnya. Jadi yang juaranya UMKM. 3.084 UMKM di seluruh Indonesia sudah terlibat di dalam program Makan Bergizi,” ujar Dadan dalam acara yang berlangsung di SPPG Serpong Lengkong Wetan, Tangerang Selatan, Banten.
Untuk memastikan bahwa makanan yang disediakan memenuhi standar gizi yang ditetapkan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memantau kualitas bahan baku yang digunakan. Contohnya di SPPG Lengkong Wetan, Tangerang Selatan, yang menyuplai bahan unggulan berupa lele.
Dadan menjelaskan bahwa kualitas bahan baku harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Misalnya, lele yang dikirim harus memiliki ukuran tertentu yang telah disepakati dan tidak boleh lebih pendek atau lebih panjang.
“Di sini misalnya contoh tadi disebutkan. Siapa saja yang mau mengirim pisang itu harus sepanjang tray-nya itu. Kemudian, lele yang dikirim harus sepanjang itu, nggak boleh lebih pendek atau lebih panjang. Itu kualitas yang sudah diterapkan oleh tempat ini,” jelas Dadan.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menambahkan bahwa SPPG yang melibatkan UMKM akan mendapatkan penghargaan berupa papan bertuliskan SPPG Ramah UMKM. Hal ini bertujuan untuk memberi motivasi dan meningkatkan visibilitas UMKM yang terlibat dalam program ini.
“Jadi tadi dari dapur, lalu ada supplier tempat, kita dorong bersama-sama dengan pemerintah wilayah, kita dorong, kita pertemukan. Alhamdulillah akan terjadi kontrak kerja mereka. Karena ini profesional dan bisnis to bisnis di antara mereka,” ujar Maman.
Program ini juga memberikan peluang bagi UMKM untuk berkembang lebih jauh. Setiap SPPG melibatkan minimal 15 supplier, dan kesempatan ini membuka jalan bagi UMKM untuk naik kelas serta meningkatkan perekonomian lokal.
“Ini perintah dari Kepala BGN kepada kami, dan juga perintah dari Pak Presiden kan harus memberikan kesempatan sebesar-besarnya dalam pergerakan ekonomi kerakyatan. Jadi salah satu bentuk konkretnya adalah koperasi dan usaha mikro, kecil, menengah,” tambah Maman.





