Praktisi Kesehatan dr. Ngabila Salama memberikan peringatan serius kepada warga DKI Jakarta untuk tidak mengabaikan diri mereka ketika kualitas udara memburuk. Dalam sebuah wawancara dengan ANTARA, dia menekankan potensi bahaya PM 2.5 terhadap kesehatan, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Dr. Ngabila menjelaskan bahwa paparan PM 2.5 dapat menyebabkan berbagai penyakit mulai dari serangan asma hingga risiko kanker paru-paru dan jantung. Dia juga memperingatkan bahwa perokok, baik aktif maupun pasif, berisiko lebih tinggi terhadap dampak buruk dari polusi udara.
Untuk melindungi diri mereka, masyarakat disarankan untuk menggunakan masker KN 95 atau KF 94 dan menghindari paparan asap rokok. Selain itu, menjaga kebersihan fisik dan mental serta mengikuti pola hidup bersih dan sehat adalah kunci untuk menjaga daya tahan tubuh.
Dr. Ngabila juga memberikan saran kepada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, termasuk mengikuti vaksinasi influenza dan COVID-19 untuk mengurangi risiko gejala yang lebih parah.
Selain itu, dia menyoroti pentingnya perubahan pola hidup bersama dalam menangani polusi udara, seperti menggunakan transportasi umum, menghemat sumber daya, dan menanam lebih banyak pohon untuk meningkatkan kualitas udara.
Dr. Ngabila menekankan perlunya tindakan komprehensif dari pemerintah dan sektor lainnya untuk menurunkan polusi udara secara efektif. Kualitas udara yang buruk, seperti yang tercatat oleh IQAir, menegaskan pentingnya tindakan segera untuk melindungi kesehatan masyarakat.






