PB Pertacami, Persatuan Tarung Campuran Indonesia, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan membawa pulang dua medali emas dari Kejuaraan Asia 2nd Asia Mixed Martial Arts Championships 2024 yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja. Selain dua medali emas, mereka juga meraih dua medali perak dan satu medali perunggu.
Ketua Umum PB Pertacami, Tommy Paulus Hermawan, menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang diraih timnya. “Atlet dan ofisial kami telah berjuang dengan penuh semangat untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Phnom Penh. Saya sangat terharu melihat perjuangan luar biasa para atlet yang telah kami gembleng selama ini,” ujar Tommy dalam keterangan resmi yang diterbitkan hari ini.
Medali emas pertama bagi Indonesia diraih oleh Aprilia Eka Putri setelah mengalahkan lawannya dari Korea Selatan secara meyakinkan. Sedangkan medali emas kedua disumbangkan oleh Melpida Sihotang setelah bertarung sengit melawan atlet Filipina dalam tiga ronde.
Di samping itu, Toni Kristian Hutapea dan Nurdiana Puspitasari masing-masing meraih medali perak setelah menunjukkan performa yang solid di arena pertandingan. Yusni Hutasoit turut menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia.
Tommy menjelaskan bahwa kesuksesan ini merupakan hasil dari persiapan yang intensif, termasuk latihan tanding di Almaty, Kazakhstan, sebagai bagian dari program pembinaan atlet PB Pertacami sejak Juni hingga Juli.
“Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan intensif dan maksimal akan membuahkan peningkatan prestasi dari tahun sebelumnya. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan atlet-atlet MMA Indonesia menuju kejuaraan berikutnya,” tambah Tommy.
PB Pertacami kini fokus pada persiapan untuk menjadi tuan rumah 4th GAMMA MMA World Championship 2024 yang dijadwalkan berlangsung di Base Camp Dewa United, Pagedangan, BSD, Tangerang Selatan, pada bulan Desember mendatang.
“Saya dan seluruh pengurus PB Pertacami terus berupaya memberikan yang terbaik untuk mengembangkan prestasi atlet MMA Indonesia dalam persiapan sebagai tuan rumah Kejuaraan Dunia keempat GAMMA,” ungkap Tommy.
Perwakilan dari Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Jadi Rajagukguk, juga memberikan pesan kepada para atlet untuk tetap fokus dan konsisten dalam berlatih. “Perjalanan masih panjang dan masih banyak prestasi yang dapat kita raih. Konsistensi dan dedikasi adalah kunci untuk mencapai yang terbaik bagi Merah Putih,” tandas Jadi Rajagukguk.
Keberhasilan ini semakin memperkokoh posisi Indonesia dalam kancah olahraga tarung campuran internasional, menunjukkan potensi besar atlet-atlet Indonesia dalam meraih prestasi di tingkat global.






