Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa nasionalisme pemain naturalisasi yang membela tim nasional Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Dalam pernyataannya di Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, pada Kamis (19/9), Erick menyatakan, “Mereka sangat Indonesia. Jangan pernah mempertanyakan merah putih mereka.”
Erick menjelaskan bahwa para pesepak bola naturalisasi memiliki rasa cinta dan kebanggaan yang mendalam terhadap Indonesia, karena mereka merupakan keturunan dari orang tua atau kakek-nenek warga negara Indonesia. Proses pergantian kewarganegaraan mereka dilakukan atas keinginan sendiri, yang membuat mereka selalu berjuang sepenuh hati untuk timnas.
Contoh konkret yang diberikan Erick adalah Mees Hilgers, bek FC Twente di Liga Belanda, yang proses naturalisasinya sudah disetujui DPR RI dan tinggal menunggu Keputusan Presiden dari Joko Widodo. Erick menggambarkan momen saat Mees mendatangi penonton yang membawa bendera Merah Putih di stadion Belanda, berfoto dengan bendera tersebut setelah timnya menang.
“Mees itu ibunya orang Manado, yang sering pulang ke Manado untuk melihat yayasan tunanetra yang dibinanya,” kata Erick, menunjukkan rasa nasionalisme yang kuat dari pemain tersebut.
Erick juga menekankan pentingnya tidak membenturkan nasionalisme dengan pandangan-pandangan kontroversial. Ia menambahkan bahwa naturalisasi adalah salah satu langkah PSSI untuk meningkatkan kualitas tim nasional secara berkelanjutan.
“Pembentukan timnas tidak hanya dilihat dari sisi jangka pendek, semua harus berkesinambungan,” jelasnya.
Sejak pelatih Shin Tae-yong memimpin timnas Indonesia, program naturalisasi pesepak bola keturunan Indonesia yang bermain di luar negeri semakin gencar dilakukan. Hingga kini, 14 pemain telah dinaturalisasi, dan dua pemain lagi, Eliano Reijnders dan Mees Hilgers, sedang dalam proses untuk menjadi warga negara Indonesia.
Keputusan akhir akan ditentukan setelah terbitnya Keputusan Presiden dan pengucapan sumpah setia sebagai warga negara Indonesia.






