Manajemen Manchester United akhirnya mengambil langkah drastis dengan memecat Erik ten Hag sebagai pelatih, setelah performa buruk yang ditunjukkan tim di awal musim ini. Keputusan ini diambil menyusul hasil mengecewakan di Liga Premier, di mana United mengalami empat kekalahan dari sembilan pertandingan pertama.
Meskipun Ten Hag berhasil mempersembahkan dua trofi domestik dalam dua musim pertamanya, manajemen United, yang kini melibatkan Sir Jim Ratcliffe sebagai pemilik saham, merasa tidak puas dengan kinerja tim. Ratcliffe, yang bertanggung jawab atas operasi sepak bola, telah menyatakan bahwa Ten Hag tidak termasuk dalam rencana jangka panjang klub.
Kekalahan terbaru United dari West Ham United yang berakhir dengan skor 1-2 menambah tekanan terhadap Ten Hag. Kritikan keras datang dari berbagai kalangan, termasuk legenda klub Paul Scholes, yang menyoroti posisi United yang tercecer di peringkat 14 klasemen. Scholes menilai situasi ini tak bisa diterima setelah sembilan pertandingan.
Banyak pihak dalam klub mulai kehilangan kesabaran. Keberhasilan United di Piala FA dan Liga Europa tak mampu menutupi performa buruk mereka di liga domestik. Ten Hag menganggap hasil buruk tersebut akibat keberuntungan yang tidak memihak, namun bek Lisandro Martinez menegaskan perlunya introspeksi dari tim.
Setelah kekalahan dari West Ham, dua pejabat klub, Omar Berrada dan Dan Ashworth, memberi tahu Ten Hag bahwa dia telah dipecat. Asisten pelatih Ruud van Nistelrooy ditunjuk sebagai pelatih sementara, mengikuti jejak beberapa pelatih sebelumnya.
Manchester United kini tengah mencari pelatih baru, dengan nama Ruben Amorim dari Sporting Lisbon menjadi kandidat kuat. Amorim telah menunjukkan performa menjanjikan di Liga Portugal dan dianggap mampu mengangkat kembali prestasi Setan Merah.
Dengan jadwal berat di depan, termasuk laga melawan Chelsea dan Arsenal, semua mata kini tertuju pada keputusan manajemen untuk membawa klub kembali ke jalur kemenangan. Namun, dengan pengalaman 11 tahun terakhir, para penggemar diingatkan untuk tidak terlalu berharap tinggi.






