Dewa United Banten bertandang ke markas Satria Muda Pertamina dalam lanjutan matchweek ke-15 IBL 2025, pada Minggu (18/5), di Britama Arena. Dalam game tersebut, DUB dipaksa menyerah dari tuan rumah.
Selepas tip off, Dewa United langsung mendapatkan tekanan tinggi dari Satria Muda. Anak Dewa pun harus menyudahi kuarter pertama dengan tertinggal 28-32.
Di kuarter kedua, DUB coba meningkatkan intensitas serangan dan bertahan lebih disiplin. Namun, SM yang konsisten mencetak poin membuat Dewa United tetap tertinggal hingga paruh pertama berakhir dengan skor 47-52.
Usai jeda, Dewa United berusaha main lebih efisien dalam mendulang poin. Hasilnya, Anak Dewa berhasil unggul tipis 71-70 pada kuarter ketiga.
Akan tetapi, SM yang tak mau malu dihadapan publiknya sendiri terus menekan DUB pada 10 menit terakhir. Kendati mampu mengimbangi determinasi dari Satria Muda, Dewa United gagal mengamankan keunggulan dan harus mengubur catatan kemenangan beruntun ke-14 setelah kalah dengan skor akhir 90-93.
Jordan Adams menjadi top scorer bagi DUB di game ini dengan catatan 25 poin, 8 rebound, 5 assist. Di susul, Kaleb Ramot Gemilang yang mencetak 13 poin, 5 rebound.
Kemudian, Lester Prosper mampu menciptakan double-double dengan raihan 12 poin, 11 rebound, 1 assist. Dio Tirta Saputra juga memberikan sumbangan poin dua digit dengan mengukir 10 poin, 1 rebound.
Gelvis Solano juga berkontribusi dalam permainan DUB. Meski hanya mencetak 8 poin, tapi pemain berpaspor Republik Dominika itu sanggup menciptakan 5 rebound dan 15 assist. Catatan assist yang ditorehkannya merupakan yang tertinggi di musim ini.
Pelatih DUB, Pablo Favarel, mengakui bahwa kekalahan yang dialami tim asuhannya karena tidak konsisten dalam bertahan. Sehingga, situasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh SM yang sangat efektif dalam mencetak poin.
“Saya pikir kami tidak memiliki pertahanan yang konsisten. Kemudian, mereka (Satria Muda) menembak sangat baik selama 40 menit, mereka sangat konsisten dan melakukannya sangat luar biasa,” ujar coach Pablo.
“Kami bangkit dari defisit dua digit, dan itu memberi kami peluang untuk memenangkan permainan, tetapi pada akhirnya mereka menutup pertandingan lebih baik dari kami dan mereka memenangkan pertandingan,” sambungnya.
Sementara itu, Arki Dikania Wisnu mengungkapkan kekecawaan atas kekalahan dari mantan klubnya tersebut. Bahkan, dia sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit yang dianggapnya tidak begitu tegas dalam membuat keputusan.
“Saya memang tidak bisa memanfaatkan free throw yang bisa saja membantu kami di akhir pertandingan. Jadi, semua itu tergantung pada kami dalam membangun momentum,” kata Arki.
“Anda tahu berapa banyak kontroversi di pertandingan ini? Karena saya memiliki call kontroversial seperti itu. Padahal, saya katakan saya baik-baik saja dengan permainan agresif secara fisik, saya baik-baik saja dengan itu. Kita akan menyebutnya dengan cara yang sama, jangan call saya dengan satu cara yang sulit untuk menyesuaikannya.”
“Saya ingin mengatakan bahwa kita harus mengevaluasi ulang agar ada permainan yang terlihat lebih baik. Kami mencoba untuk meningkatkan ini, tidak hanya mencoba untuk meningkatkan keunggulan bola basket, tetapi kami mencoba untuk meningkatkan bola basket Indonesia.”
“Kami belajar dari pertandingan seperti ini dan ketika kami tidak meningkatkannya, maka saya akan bertanya-tanya bagaimana Anda bisa melihat nasib pemain lokal di level internasional untuk ke depannya,” jelasnya.
DUB selanjutnya akan melakoni away game pada matchweek ke-16 IBL musim ini dengan menghadapi Borneo Hornbills, Jumat (23/5) dan RANS Simba Bogor, Minggu (25/5)






