Dalam waktu singkat sejak bergabung ke Indonesian Basketball League (IBL) empat musim lalu, Dewa United Banten membuktikan sesuatu yang luar biasa, klub berusia muda dapat berdiri sejajar dengan tim-tim besar dan berpengalaman, bahkan mengukir prestasi tertinggi di dunia basket nasional. Gelar Juara IBL 2025 menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar bisa diwujudkan lewat kerja keras, kesungguhan, dan semangat tanpa batas.
Saat pertama kali ikut serta di IBL, Dewa United bukanlah favorit juara. Presiden klub Michael Oliver Wellerz, mengatakan, dengan visi jelas dan tekad kuat, DUB dapat membangun fondasi mental juara dan profesionalisme tinggi.
“Kami memulai perjalanan ini dengan niat dan kerja keras tanpa henti. Semua usaha itu terbayar lunas. Kemenangan ini bukan sekadar trofi, tapi simbol dari perjalanan panjang dan kebersamaan kami,” ujar Michael OW.
Di bawah bimbingan pelatih asal Argentina, Pablo Favarel, Dewa United tumbuh menjadi tim yang solid dan penuh percaya diri.
“Saya percaya sejak awal bahwa tim ini punya potensi besar. Mental juara kami tanamkan sejak hari pertama, dan itu yang membuat kami bisa sampai di puncak,” ucap coach Pablo.
Kapten tim, Kaleb Ramot Gemilang, menjadi sosok yang merefleksikan semangat dan loyalitas tim. Dia pun menorehkan sejarah sebagai pemain yang juara di tiga tim berbeda dalm tiga kesempatan final yang dimainkannya.
Kaleb pertama kali merasakan juara liga basket kasta tertinggi di Indonesia tahun 2016 bersama CLS Surabaya. Kemudian 2019 bersama Aspac yang kala itu berganti nama menjadi Stapac Jakarta. Terbaru, ia mendapatkannya bersama Dewa United Banten.
“Dewa United adalah rumah bagi saya. Saya percaya visi klub dan kemampuan kami untuk meraih mimpi bersama. Kemenangan ini membuktikan kalau kerja keras dan keyakinan membawa hasil nyata,” tutur Kaleb.
Dukungan dari senior seperti Arki Dikania Wisnu dan Hardianus Lakudu juga menjadi pilar kokoh dalam perjalanan juara ini, membawa pengalaman dan jiwa kepemimpinan yang kuat.
Keduanya membawa pengalaman juara dari klub-klub besar sebelumnya dan sekarang menjadi tulang punggung sistem permainan Dewa United. Hardianus kini sudah meraih lima gelar juara di musim 2015, 2018, 2021, 2022 dan 2025.
Sedangkan, Arki, legenda hidup bola basket Indonesia, hadir bukan hanya sebagai pemain, tapi mentor yang membentuk budaya kerja keras dan profesionalisme di ruang ganti. Sejak berkarier pada 2011 hingga 2024, dia telah lima kali menyabet juara liga bola basket kasta tertinggi di Indonesia, yakni tiga dalam era NBL dan dua saat IBL.
Dewa United juga diperkuat oleh tiga pemain asing yang tampil gemilang. Jordan Adams, dengan ledakan 40 poin di final game penentuan, menjadi motor serangan yang tak terbendung. Joshua Ibarra, MVP Final yang menunjukkan dominasi di paint area dengan ketangguhan luar biasa. Gelvis Solano, point guard handal yang mengatur ritme permainan dan memberi keseimbangan tim.
Gelar juara ini dipersembahkan untuk seluruh fans setia #AnakDewa, yang selalu memberikan dukungan luar biasa sepanjang musim. Bersama kalian, DUB siap melangkah lebih jauh dan menatap masa depan penuh harapan.
Presiden Michael OW juga memberikan harapan besar setelah mendapatkan gelar ini. “Ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan panjang kami. Kami berkomitmen untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik demi Dewa United dan seluruh pendukung kami.”





