Tak bisa dimungkiri, kondisi Marc Márquez saat ini belum sepenuhnya ideal. Sang pebalap mengakui bahwa situasi tersebut bisa membuatnya mengakhiri karier lebih cepat dari yang direncanakan.
Rider Ducati Lenovo Team itu diketahui masih belum pulih total dari cedera patah tulang selangka yang dialaminya di Sirkuit Mandalika musim lalu. Kondisinya makin mendapat ujian setelah mengalami crash di Circuit of the Americas belum lama ini.
Belum pulihnya kondisi fisik disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa Márquez di awal MotoGP 2026. Dari tiga seri pertama, ia baru meraih satu kemenangan sprint di Brasil dan masih kesulitan menembus podium pada balapan utama.
Situasi ini juga berdampak pada masa depannya. Hingga kini, Márquez belum menandatangani perpanjangan kontrak bersama Ducati, sehingga spekulasi soal kelanjutan kariernya terus bermunculan. Meski begitu, pebalap berusia 33 tahun tersebut menegaskan bahwa ia akan tetap balapan selama kondisi tubuhnya masih memungkinkan.
“Aku sadar lenganku tidak lagi seperti dulu. Yang bisa kulakukan adalah berhenti membandingkan sisi kiri dan kanan, dan fokus memberikan 100 persen dengan apa yang kumiliki,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa momen pensiun semakin dekat, sesuatu yang sudah lama ia sadari. “Aku akan terus balapan selama tubuhku masih mampu, dan aku ingin bertahan selama mungkin,” lanjutnya.
Namun, Márquez menegaskan bahwa akhir kariernya nanti kemungkinan besar akan ditentukan oleh kondisi fisik, bukan karena hilangnya motivasi. “Aku tahu aku akan pensiun lebih cepat karena tubuhku, bukan karena mental atau keinginanku untuk terus balapan,” tutupnya.






