PSSI memberikan tanggapan terhadap permintaan Federasi Sepak Bola Bahrain (BFA) yang menginginkan laga leg kedua melawan timnas Indonesia pada 25 Maret 2025 dilaksanakan di tempat netral. Permintaan ini muncul setelah hasil imbang 2-2 dalam pertandingan leg pertama di Riffa, yang menuai kritik terkait keputusan wasit yang dinilai merugikan Indonesia.
Kekhawatiran BFA berakar dari keputusan kontroversial wasit Ahmed Al Kah, terutama saat memperpanjang waktu injury time dari enam menit menjadi sembilan menit, yang memungkinkan Bahrain menyamakan kedudukan pada menit terakhir.
Menanggapi hal ini, PSSI melalui Anggota Komite Eksekutif Arya Sinulingga menegaskan bahwa mereka siap menjamin keamanan timnas Bahrain selama bertandang ke Indonesia. Arya juga menekankan pentingnya menjaga integritas pertandingan dengan tetap menggelar laga di Jakarta, yang dianggap sebagai langkah adil setelah Bahrain menjadi tuan rumah sebelumnya.
“Kami akan mengirim surat ke AFC untuk memastikan pertandingan tetap di Jakarta, dan kami siap menjamin keamanan serta kenyamanan tim tamu,” ujar Arya.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Indonesia terkenal ramah, meskipun reaksi di media sosial terkadang bisa memanas. PSSI menggarisbawahi bahwa Indonesia telah berhasil menyelenggarakan berbagai kompetisi internasional, termasuk Piala Dunia U-17 yang baru-baru ini berlangsung dengan baik.
Pertandingan antara Indonesia dan Bahrain dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, dan menjadi bagian penting dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.






